
Kebutuhan terhadap konektivitas internet yang cepat, stabil, dan luas terus meningkat seiring semakin masifnya penggunaan layanan digital, kecerdasan artifisial (AI), cloud, hingga transaksi online. Menjawab kebutuhan tersebut, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat pembangunan infrastruktur jaringan komunikasi di Indonesia.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan panduan capitalized capex 2026 dari sebelumnya Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun. Tambahan investasi tersebut diarahkan untuk mendukung pengoperasian lebih dari 265 ribu base transceiver station (BTS), memperluas jaringan 5G, serta mengoptimalkan pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
Investasi ini tidak hanya ditujukan untuk mengantisipasi pertumbuhan trafik data di wilayah dengan konsumsi internet tinggi. XLSMART juga mengarahkan pembangunan jaringan ke wilayah yang masih membutuhkan peningkatan kualitas dan jangkauan konektivitas.
Infrastruktur Digital Tak Sekadar Mengejar Jumlah BTS
Bagi XLSMART, pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak semata-mata soal menambah jumlah BTS atau memperluas cakupan jaringan. Infrastruktur digital harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh pelanggan, masyarakat, dan dunia usaha.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan pengembangan jaringan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Pembangunan infrastruktur digital harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia. Karena itu, kami memperkuat jaringan secara bertahap dan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah, baik di kawasan dengan pertumbuhan trafik tinggi maupun wilayah yang masih membutuhkan konektivitas lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, konektivitas yang semakin luas dapat membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan publik, dan transaksi digital. Bagi pelaku UMKM, konektivitas juga memungkinkan mereka menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Pendekatan tersebut menjadi semakin penting karena pola penggunaan internet di Indonesia terus berubah. Pertumbuhan layanan berbasis AI, cloud computing, video, perdagangan digital, dan berbagai aplikasi online membuat kebutuhan terhadap kapasitas dan kualitas jaringan ikut meningkat.
Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz Jadi Bagian dari Strategi Jaringan
Untuk mendukung pengembangan jaringan, XLSMART memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan jaringan di wilayah yang berbeda.
Spektrum 700 MHz memiliki keunggulan dalam hal jangkauan dan penetrasi sinyal. Karena itu, spektrum ini dapat mendukung perluasan cakupan layanan, termasuk di wilayah yang membutuhkan peningkatan jangkauan jaringan.
Sementara itu, spektrum 2,6 GHz menawarkan kapasitas yang lebih besar sehingga relevan untuk kawasan dengan kepadatan pengguna dan konsumsi trafik data yang tinggi.
Implementasi kedua spektrum tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, perkembangan trafik, kesiapan infrastruktur, serta karakteristik masing-masing wilayah.
Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, mengatakan pemanfaatan spektrum baru dilakukan dengan pendekatan berbasis kebutuhan.
“Implementasi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz kami lakukan secara bertahap dan terukur. Prioritas diberikan kepada wilayah yang membutuhkan perluasan jangkauan serta kawasan dengan pertumbuhan trafik data tinggi,” katanya.
Menurutnya, pendekatan tersebut diperlukan agar investasi jaringan dapat menghasilkan peningkatan kualitas konektivitas yang relevan bagi pelanggan.
Peningkatan panduan capitalized capex menjadi Rp20 triliun pada 2026 juga digunakan untuk mendukung pemanfaatan spektrum baru sekaligus mempercepat sejumlah investasi jaringan yang sebelumnya direncanakan dilakukan pada tahun berikutnya.
Jaringan 5G XLSMART Sudah Hadir di Lebih dari 50 Kota
Penguatan infrastruktur juga berjalan melalui perluasan jaringan 5G XLSMART.
Hingga semester pertama 2026, layanan 5G XLSMART telah tersedia di lebih dari 50 kota di Indonesia. Pengembangannya didukung sekitar 15 ribu BTS 5G, dengan cakupan populasi nasional mencapai 23 persen.
Perluasan jaringan 5G dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan dan kesiapan ekosistem, termasuk ketersediaan perangkat serta kebutuhan trafik di suatu wilayah.
Dari sisi pengalaman jaringan, investasi tersebut juga tercermin dalam hasil analisis Speedtest Intelligence pada semester pertama 2026. Jaringan XLSMART yang digunakan pelanggan melalui layanan XL meraih empat penghargaan Ookla, yakni Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience di Indonesia.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas jaringan tidak hanya berkaitan dengan luas cakupan, tetapi juga pengalaman pelanggan ketika menggunakan layanan data sehari-hari.
Infrastruktur dan Ekosistem Digital Harus Berjalan Bersama
Pembangunan jaringan menjadi salah satu fondasi, tetapi XLSMART melihat manfaat konektivitas tidak akan maksimal tanpa pengembangan ekosistem digital.
Karena itu, perusahaan juga memperluas pemanfaatan teknologi melalui pengembangan produk, kanal digital, serta kolaborasi dengan perusahaan teknologi.
Salah satu contohnya adalah kolaborasi XLSMART dengan Google untuk menghadirkan Gemini AI Plus dan Cloud Storage bagi pelanggan. Kolaborasi semacam ini memperluas manfaat jaringan dari sekadar akses internet menjadi akses terhadap berbagai layanan digital yang semakin dibutuhkan masyarakat.
Ekosistem tersebut melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, operator telekomunikasi, perusahaan teknologi, produsen perangkat, dunia usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Dengan kata lain, pembangunan infrastruktur telekomunikasi menjadi bagian dari proses yang lebih besar untuk memperkuat ekonomi digital Indonesia.
Fokus XLSMART pada Paruh Kedua 2026
Memasuki paruh kedua 2026, XLSMART akan melanjutkan pengembangan dengan sejumlah fokus utama, mulai dari peningkatan pengalaman pelanggan, optimalisasi pemanfaatan spektrum, perluasan jaringan 5G dan ekosistemnya, hingga penguatan layanan digital dan kolaborasi.
Strategi tersebut diarahkan untuk memastikan investasi infrastruktur tidak berhenti pada pembangunan jaringan, tetapi menghasilkan konektivitas yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Dengan semangat “Bersama, Melaju Tanpa Batas”, XLSMART menempatkan pembangunan infrastruktur digital sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi digital Indonesia.
Ketika akses internet semakin luas dan kualitas konektivitas semakin baik, peluang pemanfaatannya pun ikut berkembang—mulai dari pendidikan dan layanan publik hingga aktivitas UMKM, perdagangan digital, layanan berbasis AI, dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan jaringan bukan hanya diukur dari berapa banyak BTS yang dibangun atau seberapa luas cakupan yang tersedia, tetapi dari seberapa besar konektivitas tersebut mampu membuka akses, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan peluang baru bagi masyarakat Indonesia.


