
CGC Indonesia 2026 resmi dimulai di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Selain menjadi ajang kompetisi teknisi reparasi smartphone, gelaran ini juga mempertemukan komunitas teknisi, produsen peralatan repair, serta pelaku industri pendukung. Dalam kompetisi tahun ini, JCID dan AiXun hadir dengan perangkat yang ditetapkan sebagai Official Tournament Gear untuk arena pertandingan.
CGC Indonesia 2026 berlangsung pada 26–27 September 2026 di Gedung Kemnaker RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Penyelenggara menempatkan CGC Tespoin sebagai kompetisi reparasi tingkat nasional, sementara Asian Skills Competition (ASC) menjadi kompetisi tingkat Asia yang berlangsung di lokasi yang sama.
CGC Tespoin mencakup tiga kategori, yakni CPU iPhone, CPU Android, dan Repair Glass. Sementara ASC berfokus pada kompetisi CPU iPhone dengan perangkat yang sama, yakni iPhone 15 Pro.
Event ini juga menjadi bagian dari jalur menuju CGC World Cup Grand Final di China. Penyelenggara menyebut juara 1, 2, dan 3 CGC Tespoin akan memperoleh kesempatan menuju babak final tersebut.
JCID dan AiXun Jadi Official Tournament Gear
Dalam materi yang dipublikasikan TESPOIN Jakarta Raya Official, beberapa perangkat disebut sebagai Official Tournament Gear dan mencantumkan dukungan AiXun serta JCID.
Ada empat perangkat yang ditampilkan:
- AiXun T320 — Smart Soldering Station
- AiXun P3208 — Smart Power Supply
- AiXun H312 — Smart Hot Air Rework Station
- JCID Programmer Platform
Dengan demikian, keterlibatan JCID dan AiXun di CGC Indonesia 2026 tidak sebatas membuka booth pameran. Perangkat dari kedua brand tersebut juga masuk ke lingkungan kerja kompetisi.
Hal ini relevan karena CGC Tespoin memang memiliki ketentuan teknis terkait peralatan dan bahan yang digunakan dalam pertandingan. Peserta diperbolehkan membawa microscope dan peralatan pribadi tertentu, tetapi peralatan tersebut harus diperiksa panitia sebelum masuk arena. Penilaian sendiri mengutamakan hasil reparasi—perangkat berhasil hidup—serta kecepatan pengerjaan.
Tiga Perangkat AiXun untuk Pekerjaan Board Repair
AiXun menyumbangkan tiga perangkat yang memiliki fungsi berbeda dalam proses reparasi.
AiXun T320 merupakan soldering station yang digunakan untuk pekerjaan penyolderan presisi. Perangkat seperti ini menjadi bagian penting dalam proses microsoldering, terutama ketika teknisi bekerja pada komponen berukuran kecil di papan sirkuit.
Kemudian ada AiXun P3208, yang berfungsi sebagai smart power supply. Dalam pekerjaan board-level repair, power supply dapat digunakan untuk memberikan suplai daya sekaligus membantu teknisi melakukan proses diagnosis dan pengujian pada perangkat.
Perangkat ketiga adalah AiXun H312 Smart Hot Air Rework Station. Perangkat ini digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan pemanasan menggunakan hot air, termasuk proses melepas atau memasang komponen pada board.
Ketiga model tersebut juga tercantum dalam dokumentasi produk AiXun. Situs resmi AiXun menyediakan manual untuk T320, P3208 dan H312.
Dengan kombinasi tersebut, AiXun mengisi beberapa kebutuhan dasar dalam pekerjaan board repair, mulai dari soldering, suplai daya hingga hot-air rework.
JCID Melengkapi Sisi Programming

Sementara itu, JCID membawa Programmer Platform ke arena kompetisi.
Berbeda dengan soldering station atau hot-air station yang berhubungan langsung dengan pekerjaan fisik pada board, programmer digunakan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pemrograman dan penanganan data komponen tertentu.
JCID sendiri mengembangkan berbagai perangkat programmer untuk kebutuhan reparasi smartphone. Lini produknya mencakup programmer, NAND read/write programmer, testing fixture, EEPROM programmer, serta berbagai adaptor dan aksesori reparasi.
JCID juga menjelaskan bahwa perusahaannya mengembangkan solusi untuk berbagai kebutuhan perbaikan smartphone, termasuk perbaikan data layar, True Tone, baterai, NAND, fingerprint dan fitur biometrik tertentu.
Kehadiran programmer JCID di arena CGC memperlihatkan bahwa kompetisi reparasi smartphone tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melepas dan memasang komponen. Pekerjaan teknisi modern juga mencakup aspek diagnosis, pemrograman dan pengelolaan data komponen.
JCID dan AiXun Buka Booth V1–V3
Di luar arena kompetisi, JCID dan AiXun juga hadir sebagai exhibitor.
Dalam materi promosi yang dipublikasikan JCID dan AiXun, keduanya mencantumkan booth V1–V3 di CGC Indonesia 2026.
JCID menyebut akan membawa perangkat repair dan solusi profesional terbaru ke Jakarta. Sementara materi JCID & AiXun Group menampilkan berbagai peralatan repair, mulai dari perangkat soldering dan power supply hingga perangkat programming dan perlengkapan pendukung lainnya.
Kehadiran tersebut sejalan dengan format CGC Indonesia 2026 yang memang menyediakan area expo untuk industri reparasi smartphone. Penyelenggara mencantumkan lebih dari 170 booth yang mencakup sparepart, alat servis, hardware dan software.
Di situs resminya, CGC juga membuka beberapa bentuk keterlibatan brand, termasuk booth exhibitor, aktivitas langsung, serta integrasi kompetisi ketika produk digunakan selama pertandingan.
TESPOIN Membawa Teknisi dari Daerah ke Arena Nasional

Di balik kompetisi tersebut terdapat peran TESPOIN sebagai penggerak kompetisi nasional.
Peserta CGC Tespoin harus merupakan anggota TESPOIN yang masih aktif. Mereka mengikuti proses kualifikasi melalui DPD di daerah masing-masing. Setelah kualifikasi, lima peserta terbaik dari setiap DPW berhak maju ke final di Jakarta.
Artinya, arena di Jakarta menjadi tahap akhir dari proses seleksi yang berlangsung melalui jaringan TESPOIN di berbagai daerah.
Selain kompetisi nasional, CGC Indonesia 2026 juga menyediakan ASC yang terbuka bagi teknisi Indonesia maupun mancanegara. Penyelenggara menyebut ASC menggunakan iPhone 15 Pro sebagai perangkat kompetisi.
Rekam Jejak Gume iColor di CGC World Cup
CGC Indonesia 2026 juga membawa konteks yang lebih luas karena Indonesia sudah memiliki pengalaman di panggung CGC World Cup.
Pada CGC World Cup 2025 di China, tim teknisi Indonesia meraih gelar juara kategori tim. Situs resmi CGC Indonesia mencatat prestasi tersebut sebagai bagian dari sejarah kompetisi sebelum penyelenggaraan CGC Indonesia 2026.
Salah satu nama yang dikaitkan dengan tim Indonesia tersebut adalah Gume iColor. Rekam jejak tersebut membuat iColor memiliki posisi berbeda dalam cerita CGC dibandingkan JCID dan AiXun: iColor lebih terkait dengan talenta teknisi Indonesia dan pengalaman bertanding di panggung internasional.
Sementara itu, JCID dan AiXun hadir pada sisi teknologi dan perangkat yang digunakan dalam ekosistem reparasi.
CGC Indonesia 2026 pada akhirnya memperlihatkan bahwa kompetisi reparasi smartphone tidak hanya berisi pertandingan antar-teknisi.
Bagi peserta, ukuran keberhasilan di meja pertandingan tetap sederhana: perangkat harus kembali berfungsi dan pekerjaan harus diselesaikan dengan cepat. Namun proses di baliknya membutuhkan kombinasi keterampilan teknisi, peralatan, diagnosis dan ketelitian.
Dengan CGC Indonesia 2026 yang berlangsung selama dua hari di Jakarta, perhatian berikutnya bukan hanya pada siapa yang menjadi pemenang, tetapi juga siapa yang akan membawa nama Indonesia ke CGC World Cup Grand Final di China.


