
Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan perusahaan semakin berkembang. Namun, semakin banyak model dan layanan AI yang digunakan, semakin kompleks pula urusan administrasi, pengawasan penggunaan, hingga pengelolaan biaya.
Menjawab persoalan tersebut, Hypernet Technologies, perusahaan Managed Service Provider (MSP) di bawah naungan XLSMART, meluncurkan TokenKu.ai pada 10 September 2026.
TokenKu.ai dirancang sebagai managed AI marketplace yang memungkinkan perusahaan mengakses berbagai model AI melalui satu portal. Platform ini membawa konsep “Satu Gateway untuk Semua Model AI” dengan akses ke lebih dari 120 model AI global.
Penggunaan AI di Perusahaan Semakin Produktif
Menurut materi yang disampaikan Hypernet Technologies, adopsi AI tidak hanya berkaitan dengan tren teknologi, tetapi juga mulai memberikan dampak terhadap produktivitas bisnis.
Mengutip Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 dari PwC, sebanyak 96% pekerja Indonesia yang menggunakan AI generatif secara harian merasa lebih produktif.
Sementara itu, studi Unlocking Indonesia’s AI Potential 2026 yang dilakukan Strand Partners untuk Amazon Web Services (AWS) menyebut 75% bisnis di Indonesia yang telah mengadopsi AI mengalami peningkatan produktivitas yang terukur. Angka tersebut disebut mencapai 84% pada perusahaan yang menerapkan agentic AI.
Di sisi lain, peningkatan penggunaan AI juga menghadirkan persoalan baru bagi perusahaan, terutama ketika karyawan menggunakan berbagai layanan AI secara mandiri tanpa berada dalam kerangka tata kelola perusahaan.
Fenomena tersebut dikenal sebagai Bring Your Own AI (BYOAI).
BYOAI Bisa Membuat Pengeluaran AI Sulit Dipantau
BYOAI pada dasarnya menggambarkan kondisi ketika karyawan menggunakan layanan AI secara mandiri tanpa strategi dan tata kelola resmi dari organisasi.
Dalam skala kecil, penggunaan beberapa layanan AI mungkin tidak menjadi persoalan besar. Namun, ketika penggunaan meluas ke banyak karyawan dan divisi, perusahaan dapat menghadapi tantangan dalam memantau konsumsi AI.
Salah satunya adalah biaya penggunaan token yang tidak terpantau. Selain itu, tim keuangan dapat menghadapi pekerjaan administratif yang lebih rumit karena harus mengelola berbagai tagihan dari penyedia AI internasional, termasuk transaksi dalam mata uang asing.
Di sinilah Hypernet Technologies menempatkan TokenKu.ai sebagai solusi untuk menyederhanakan pengelolaan AI perusahaan.
“Banyak perusahaan masih kesulitan dalam merancang kerangka kerja AI. Maka dari itu, TokenKu.ai siap membantu organisasi mengatasi kompleksitas tersebut melalui filosofi ‘Satu Gateway untuk Semua Model AI’,” ujar Sudianto Oei, CEO Hypernet Technologies.
Satu Portal untuk Mengelola Berbagai Model AI
Salah satu fungsi utama TokenKu.ai adalah menyediakan akses ke berbagai model AI melalui satu portal terpusat.
Hypernet Technologies menyebut platform ini menyediakan akses ke lebih dari 120 model AI dari perusahaan teknologi global, termasuk OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak perlu mengelola banyak akun dan proses administrasi secara terpisah untuk setiap penyedia AI.
Selain akses ke model AI, TokenKu.ai juga membawa sejumlah fungsi untuk membantu perusahaan mengontrol penggunaannya.
Manajemen dapat melihat konsumsi token secara real time, baik berdasarkan individu, divisi, maupun model AI yang digunakan. Perusahaan juga dapat mengatur alokasi virtual API key serta menetapkan batas pengeluaran bulanan atau budget cap.
Fitur tersebut membuat pengelolaan AI tidak hanya berfokus pada akses terhadap model, tetapi juga pada aspek kontrol dan visibilitas biaya.
Tagihan AI Dikonsolidasikan dalam Rupiah
Aspek lain yang menjadi perhatian TokenKu.ai adalah proses pembayaran.
Alih-alih mengelola pembayaran ke banyak penyedia AI secara terpisah, penggunaan layanan AI dapat dikonsolidasikan ke dalam satu invoice resmi dengan faktur pajak dalam mata uang rupiah.
TokenKu.ai menyediakan pilihan pembayaran berupa top up wallet maupun bundling dengan paket managed service dari Hypernet Technologies.
Bagi perusahaan, pendekatan ini berpotensi menyederhanakan pekerjaan administratif karena pengelolaan penggunaan AI dan proses penagihan dapat dilakukan melalui satu ekosistem.
Dalam deskripsinya, TokenKu.ai juga disebut memungkinkan bisnis menerima satu tagihan untuk kebutuhan AI perusahaan, sekaligus mengurangi kebutuhan untuk mengelola banyak akun, provider, dan proses pembayaran secara terpisah.
Menyasar TMT, Jasa Keuangan, dan Ritel
Pada tahap awal, TokenKu.ai akan menyasar sejumlah sektor yang dinilai membutuhkan tingkat kepatuhan data dan efisiensi operasional tinggi.
Tiga sektor prioritas tersebut adalah Telekomunikasi, Media, & Teknologi (TMT), jasa keuangan, dan ritel. Hypernet Technologies menyatakan jangkauan TokenKu.ai akan diperluas secara bertahap ke sektor lainnya.
Fokus tersebut menunjukkan bahwa TokenKu.ai tidak sekadar diposisikan sebagai tempat untuk mendapatkan akses ke berbagai model AI. Platform ini lebih diarahkan sebagai lapisan pengelolaan dan tata kelola penggunaan AI di lingkungan enterprise.
Dengan satu pintu untuk akses, monitoring, pengaturan anggaran, dan pembayaran, perusahaan dapat memiliki kontrol yang lebih terpusat atas bagaimana AI digunakan oleh tim internal.
Bagian dari Strategi Hypernet Technologies
Peluncuran TokenKu.ai juga memperluas posisi Hypernet Technologies di luar layanan konektivitas dan infrastruktur IT.
PT Hipernet Indodata atau Hypernet Technologies merupakan perusahaan MSP yang telah menjadi bagian dari PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. Perusahaan ini memiliki pengalaman 19 tahun dan menyediakan layanan yang mencakup Internet Connectivity, Digital Infrastructure, IT Professional, serta Cyber Security.
Hypernet Technologies saat ini melayani lebih dari 4.700 klien korporasi dari berbagai sektor dengan dukungan lebih dari 34 titik layanan di Indonesia.
Melalui TokenKu.ai, perusahaan ingin mengambil peran yang lebih luas sebagai mitra teknologi bagi perusahaan dalam mengadopsi dan mengelola AI.
Pada akhirnya, persoalan yang ingin dijawab TokenKu.ai cukup sederhana: bagaimana perusahaan dapat menggunakan semakin banyak teknologi AI tanpa membuat pengelolaannya ikut semakin rumit?
Dengan menggabungkan akses ke lebih dari 120 model AI, monitoring konsumsi token, pengaturan budget cap, virtual API key, serta sistem penagihan terpusat dalam rupiah, TokenKu.ai mencoba menjadikan tata kelola AI enterprise lebih sederhana dan terukur.
Intinya, TokenKu.ai bukan menawarkan satu model AI baru, melainkan menyediakan satu pintu untuk mengelola berbagai model AI yang sudah tersedia. Pendekatan inilah yang menjadi pembeda utama platform tersebut di tengah semakin luasnya penggunaan AI di lingkungan perusahaan.


