Home Enterprise Nutanix: 73% Infrastruktur TI Sektor Publik Belum Siap Jalankan AI, Shadow AI...

Nutanix: 73% Infrastruktur TI Sektor Publik Belum Siap Jalankan AI, Shadow AI Jadi Tantangan Utama

Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini semakin meluas di sektor publik. Mulai dari membantu menentukan kelayakan penerima bantuan, mendukung analisis data, hingga mendeteksi potensi fraud, AI mulai menjadi bagian penting dalam transformasi layanan pemerintahan dan institusi pendidikan.

Namun, adopsi AI yang semakin cepat ternyata belum sepenuhnya diimbangi kesiapan infrastruktur teknologi informasi. Laporan terbaru Enterprise Cloud Index (ECI) Public Sector 2026 dari Nutanix menunjukkan masih banyak organisasi sektor publik yang menghadapi tantangan dalam membangun fondasi teknologi yang mampu mendukung implementasi AI secara aman dan berkelanjutan.

Infrastruktur Lama Masih Menjadi Hambatan

Dalam survei tahunan kedelapan Enterprise Cloud Index edisi public sector, Nutanix menemukan bahwa 73% infrastruktur TI di instansi pemerintahan dan lembaga pendidikan saat ini belum siap menjalankan workload AI yang kompleks di lingkungan on-premises.

Temuan tersebut menjadi perhatian mengingat penggunaan AI di sektor publik terus berkembang, mulai dari otomatisasi layanan, analisis dokumen, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.

Selain keterbatasan infrastruktur, organisasi juga masih menghadapi tantangan berupa:

  • kesiapan sumber daya manusia
  • tata kelola AI
  • modernisasi sistem lama
  • integrasi berbagai lingkungan cloud
  • keamanan data publik.

Shadow AI Muncul sebagai Risiko Baru

Salah satu sorotan utama dalam laporan ini adalah meningkatnya kekhawatiran terhadap shadow AI, yaitu penggunaan aplikasi atau layanan AI tanpa persetujuan maupun pengawasan dari organisasi.

Menurut Nutanix:

  • 91% pemimpin TI di instansi pemerintah dan pendidikan menilai penggunaan AI yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan maupun misi organisasi.
  • 87% responden memperkirakan penggunaan teknologi containerization akan terus meningkat dalam tiga tahun ke depan sebagai fondasi untuk menjalankan aplikasi AI secara lebih aman dan fleksibel.

Shadow AI menjadi perhatian karena penggunaan berbagai layanan AI secara mandiri oleh pegawai dapat memunculkan risiko kebocoran data, pelanggaran kebijakan keamanan, hingga kesulitan dalam memenuhi regulasi.

Modernisasi Hybrid Cloud Menjadi Prioritas

Laporan Nutanix juga menunjukkan bahwa organisasi sektor publik kini berada dalam fase transisi yang cukup kompleks.

Di satu sisi, AI telah mulai digunakan dalam berbagai aplikasi pemerintahan dan pendidikan. Namun di sisi lain, banyak organisasi masih harus mengelola kombinasi antara:

  • sistem legacy on-premises
  • private cloud
  • hybrid cloud
  • migrasi menuju cloud modern

Kondisi tersebut sering kali dilakukan tanpa sistem kontrol yang benar-benar terintegrasi sehingga memperbesar kompleksitas operasional maupun keamanan.

Karena itu, modernisasi infrastruktur hybrid menjadi salah satu kebutuhan utama agar implementasi AI dapat berjalan secara optimal sekaligus tetap memenuhi tuntutan keamanan dan kepatuhan.

Containerization Semakin Penting untuk AI

Nutanix melihat semakin banyak organisasi pemerintah mulai mengadopsi containerization sebagai pendekatan baru dalam menjalankan aplikasi AI.

Teknologi ini memungkinkan aplikasi dijalankan secara lebih fleksibel, mudah dipindahkan antar lingkungan komputasi, sekaligus meningkatkan skalabilitas dan keamanan workload AI.

Pendekatan tersebut juga dinilai membantu organisasi mengurangi silo infrastruktur yang selama ini menjadi salah satu penyebab munculnya shadow AI.

Infrastruktur Menjadi Fondasi Adopsi AI

Chief Technology Officer dan Vice President of Solution Engineering APJ Nutanix, Daryush Ashjari, mengatakan diskusi mengenai AI di kawasan Asia Pasifik dan Jepang kini telah bergeser.

Menurutnya, organisasi tidak lagi hanya berfokus pada bagaimana mengadopsi AI, tetapi mulai memikirkan kesiapan operasional agar teknologi tersebut dapat digunakan secara aman dalam jangka panjang.

Ia menilai organisasi yang berhasil bukanlah mereka yang mengejar setiap inovasi AI terbaru, melainkan yang lebih dahulu membangun fondasi infrastruktur yang aman melalui arsitektur berbasis container. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan AI dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap layanan digital pemerintah.

AI di Sektor Publik Membutuhkan Tata Kelola yang Lebih Matang

Laporan Enterprise Cloud Index 2026 memperlihatkan bahwa transformasi digital di sektor publik kini memasuki fase baru. AI mulai menjadi bagian dari berbagai layanan pemerintahan dan pendidikan, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan fondasi teknologi yang mendukungnya.

Modernisasi infrastruktur, penerapan hybrid multicloud, penguatan containerization, serta pengelolaan shadow AI diperkirakan akan menjadi fokus utama organisasi sektor publik dalam beberapa tahun ke depan. Tanpa fondasi yang memadai, adopsi AI justru berpotensi menimbulkan risiko baru terhadap keamanan data, kepatuhan regulasi, maupun kualitas layanan kepada masyarakat.