
Memasuki usia ke-31 tahun, Telkomsel kian mempertegas posisinya sebagai digital ecosystem enabler utama di tanah air. Sepanjang tahun 2025, emiten telekomunikasi raksasa ini sukses mencatatkan tren pemulihan performa bisnis yang solid berkat strategi penyederhanaan produk, penyesuaian harga, serta optimalisasi portofolio layanan.
Langkah taktis tersebut membuahkan hasil positif pada paruh kedua tahun lalu. Telkomsel berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 14,7% secara kuartalan (Quarter-on-Quarter/QoQ) dan peningkatan EBITDA mencapai 5,4% QoQ.
“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Telkomsel dalam memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Nugroho, Direktur Utama Telkomsel. “Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, kami terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia.”
Rapor Hijau Finansial dan Lonjakan Trafik Data
Di sektor finansial dan operasional, strategi quality-led yang diterapkan perusahaan berimbas pada profil bisnis yang jauh lebih sehat:
- Pendapatan & Laba: Telkomsel sukses meraup pendapatan total sebesar Rp109,3 triliun dengan perolehan laba bersih menyentuh Rp19,7 triliun sepanjang 2025.
- Dominasi Layanan Digital: Kontribusi dari sektor layanan digital kini menyumbang lebih dari 95% terhadap total pendapatan bisnis mobile perusahaan.
- Trafik Data Melonjak: Seiring tingginya konsumsi konten digital, traffic data melesat hingga 15% secara tahunan (Year-on-Year).
- Konsolidasi Pelanggan & ARPU: Basis pelanggan kini berada di angka 156,1 juta pengguna dengan nilai Average Revenue Per User (ARPU) yang merangkak naik menjadi Rp45 ribu, menandakan produktivitas pengguna yang semakin berkualitas.
- Ekspansi Fixed Broadband: Penetrasi layanan konvergensi (FMC) sukses menyentuh angka 59%, dengan total basis pelanggan fixed broadband yang kini melampaui angka 10 juta pengguna.
Inklusi Digital: Dari Pemberdayaan UMKM hingga Implementasi AI
Bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, Telkomsel mengarahkan pengembangan ekosistem digitalnya agar berdampak langsung secara inklusif. Teknologi AI (Kecerdasan Buatan) kini mulai diintegrasikan ke dalam ekosistem layanan untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan gaya hidup digital harian pengguna.
Di sektor ekonomi digital dan sosial, infrastruktur Telkomsel tercatat sukses memberikan dampak nyata:
- Pemberdayaan UMKM: Digitalisasi pelaku usaha mikro berhasil mendongkrak omzet rata-rata mitra hingga 32%.
- Lapangan Kerja Baru: Ekosistem digital perusahaan menyokong terciptanya lebih dari 685 ribu lapangan kerja.
- Talenta Digital & Pemerataan Akses: Melalui inisiatif seperti NextDev, Telkomsel terus menggodok talenta digital lokal, sembari terus melakukan pemerataan jaringan hingga wilayah 3T via BTS USO.
Diakui Global Lewat Inovasi Jaringan dan AI
Inovasi teknologi yang masif membawa Telkomsel memborong berbagai penghargaan bergengsi tingkat nasional maupun global sepanjang 2025. Kualitas jaringan broadband Telkomsel mendapatkan pengakuan internasional dari Ookla Speedtest Awards™ serta Global GTI Awards untuk pemanfaatan teknologi jaringan mutakhir.
Tak ketinggalan, integrasi AI pada aplikasi MyTelkomsel dalam meningkatkan customer experience juga diganjar penghargaan di ajang internasional sekelas Glotel, TM Forum, hingga Gartner Marketing & Communications Awards.
Untuk menopang seluruh lompatan teknologi ini, Telkomsel mengandalkan infrastruktur super kokoh dengan mengoperasikan lebih dari 293 ribu BTS yang aktif mengudara di seluruh penjuru Indonesia. Ke depan, implementasi AI dan konektivitas broadband terintegrasi akan terus menjadi mesin pertumbuhan utama Telkomsel dalam menyajikan pengalaman digital yang seamless bagi penggunanya.



