Home Commerce Final DSC Season 16 2025: Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional Lewat Ekosistem Wirausaha...

Final DSC Season 16 2025: Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional Lewat Ekosistem Wirausaha Berkelanjutan​

Program Diplomat Success Challenge (DSC) Season 16 resmi menutup rangkaian kegiatannya melalui gelaran final yang menegaskan komitmen jangka panjang dalam memperkuat ekosistem wirausaha Indonesia dan fondasi ekonomi nasional melalui dukungan berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Di tengah dinamika ekonomi global, UMKM kembali ditegaskan sebagai tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 97 persen terhadap struktur usaha di Indonesia sekaligus berperan vital dalam penciptaan lapangan kerja dan menjaga ketahanan ekonomi.​

Pada acara puncak Final DSC Season 16, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, menyoroti pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk membangun UMKM yang tangguh dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa konsistensi pendampingan dan penguatan ekosistem menjadi faktor krusial agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. “Selama 16 tahun, Wismilak Foundation secara konsisten memberikan pendampingan bagi UMKM Indonesia. Ini bukan komitmen jangka pendek, melainkan upaya berkelanjutan untuk membangun pondasi ekonomi nasional yang inklusif dan tangguh,” ujar Menteri Maman.​

Semangat tersebut sejalan dengan ruh DSC Season 16 yang memposisikan diri sebagai penggerak ekosistem wirausaha kolaboratif di Indonesia. Tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis, DSC juga memberi perhatian besar pada penguatan karakter wirausahawan muda. Ketua Dewan Komisioner DSC, Surjanto Yasaputera, menegaskan bahwa penilaian program tidak berhenti pada performa bisnis semata, tetapi juga pada kesiapan wirausaha untuk bertumbuh secara berkelanjutan. “DSC mendorong wirausaha yang tidak hanya kuat secara model bisnis, tetapi juga matang secara karakter. Inilah mengapa kami menilai melalui pendekatan 3P: Paham, Piawai, dan Persona, sebagai pondasi wirausaha masa depan,” jelas Surjanto.​

Salah satu inovasi penting di DSC Season 16 adalah kehadiran Founder’s Arena, sebuah tahapan yang secara khusus menguji ketangguhan para challenger sebagai founder. Pada fase ini, para peserta diuji dalam kemampuan mengambil keputusan, beradaptasi di bawah tekanan, serta membangun kolaborasi yang sinergis dengan berbagai pihak. Tahapan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan wirausaha jangka panjang yang relevan dengan tantangan bisnis masa kini maupun mendatang.​

Dari rangkaian proses seleksi ketat, Jonathan Holiyanto dari Lean Lab berhasil meraih predikat Best of The Best pada Final DSC Season 16. Jonathan berhak atas hibah modal usaha sebesar Rp320 juta disertai pendampingan intensif untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnisnya. Lean Lab dikenal melalui inovasi selai bubuk sehat rendah lemak dan tinggi protein yang menawarkan alternatif praktis, lebih sehat, dan relevan dengan gaya hidup modern, serta tercatat sebagai finalis Food Startup Indonesia (FSI), salah satu mitra strategis DSC Season 16. Surjanto menilai Jonathan menunjukkan keseimbangan antara pemahaman bisnis yang kuat, eksekusi yang piawai, dan persona kepemimpinan yang adaptif serta kolaboratif, yang menjadi standar wirausaha masa depan yang ingin terus didorong melalui DSC.​

Pada penyelenggaraan tahun ini, DSC Season 16 kembali menghadirkan total hibah usaha senilai Rp2,5 miliar yang disertai rangkaian pendampingan intensif dan akses ke ekosistem wirausaha Diplomat Entrepreneur Network (DEN). Selain Lean Lab, sejumlah brand lain juga berhasil memboyong hibah modal usaha. Dari sektor F&B, terdapat Bela Putra Perdana (Rumah Tempe Indonesia) dan Ghea Anisa (Roti Kembang). Dari ranah teknologi, hibah diraih Sidhi Umbara (Revelware Technology) dan Kevin Ananta Marga (Vityuu Sweet Block Spray). Sementara dari sektor kriya dan fesyen, Dhea Febrina melalui brand Klab Serru! turut menjadi penerima hibah.​

DSC Season 16 juga memberikan dua penghargaan khusus untuk mengapresiasi terobosan bisnis yang dinilai membawa nilai tambah lebih luas. Penghargaan The Most Innovative Business dianugerahkan kepada Ganari atas solusi penyerapan karbon berbasis mikroalga yang relevan dengan isu keberlanjutan dan lingkungan. Sementara penghargaan The Most Creative Business diberikan kepada Sigma Project, sebuah brand sepatu dengan misi sosial untuk anak-anak underprivileged di Papua, yang menggabungkan kreativitas produk dengan dampak sosial nyata.​

Memasuki tahun ke-16, DSC terus memperluas jejaring dan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pelaku usaha, pemangku kebijakan, institusi pendidikan, hingga komunitas budaya. Wakil Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Lucia Karina, menilai langkah ini krusial agar UMKM Indonesia mampu menjawab tantangan global. Menurutnya, UMKM tak lagi bisa dipandang sekadar pemain lokal, melainkan memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari rantai pasok nasional bahkan internasional.​

Sepanjang 2025, DSC memperluas keterlibatan mitra strategis dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari APINDO hingga Food Startup Indonesia untuk memperluas akses dan jejaring wirausaha muda nasional. DSC Season 16 juga melibatkan Mangkunegaran dan Batik Iwan Tirta untuk menghadirkan pendekatan kewirausahaan yang berakar pada nilai budaya, sekaligus membuka peluang bisnis yang relevan dengan konteks kekinian. Di ranah akademik, DSC bekerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan untuk mendampingi Top 45 challengers dalam penyusunan Sustainability Company Profile sebagai upaya mendorong praktik usaha yang akuntabel dan berkelanjutan berbasis prinsip ESG sejak tahap awal pertumbuhan bisnis.​

Program Initiator DSC, Edric Chandra, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci untuk membangun ekosistem wirausaha yang berkelanjutan di Indonesia. Ia menyebut semangat “Wujud Sinergi Kolaborasi” sebagai bentuk nyata ketika nilai, pengetahuan, dan jejaring bertemu untuk melahirkan inovasi yang berakar pada identitas Indonesia sekaligus relevan bagi masa depan. Dengan ekosistem yang terus diperkaya melalui kolaborasi pentahelix, DSC diharapkan menjadi fondasi bagi masa depan kewirausahaan Indonesia yang lebih berdaya saing, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai luhur kebangsaan.