Home Review Review V30 Pro: Kolaborasi ZEISS Hasilkan Portrait Memukau

Review V30 Pro: Kolaborasi ZEISS Hasilkan Portrait Memukau

Vivo 30 Pro datang dengan menjagokan teknologi kamera lewat kolaborasi dengan ZEISS. Kurang cocok jika disebut sebagai penerus V29 karena versi Pro terakhir yang diboyong Vivo ke Indonesia adalah V25 Pro. Selang dua generasi, akhirnya versi Pro kembali hadir dengan banyak upgrade signifikan. Bukan cuma kamera namun hampir di semua fitur.

Smartphone yang dibanderol Rp8.999.000 ini ditujukan untuk pengguna yang menginginkan smartphone premium dengan kemampuan nyaris setara flagship, dengan harga yang lebih ramah kantong. Apa saja keunggulannya?

Desain dan Build Quality

V30 Pro punya desain yang mewah dalam balutan warna-warna elegan seperti Hijau Khatulistiwa, Hitam Vulkanik, dan Putih Puspa. Perubahan jelas terlihat pada area kamera belakang. Vivo kini menggunakan Aura Light Portrait dengan ukuran yang lebih besar dan dibuat seperti bingkai lampu.

Pada modul kamera nampak logo ZEISS yang seolah menjadi simbol jaminan kualitas lensanya. Total terdapat tiga kamera di belakang, tersemat dalam modul minimalis berwarna hitam. Sedikit informasi, ZEISS merupakan produsen lensa kelas dunia. Kolaborasi Vivo dan ZEISS untuk pertama kalinya hadir di V Series, setelah sebelumnya hanya untuk X Series.

Kembali lagi ke desain V30 Pro, smartphone ini memiliki tepian melengkung pada sisi sebelah kiri dan kanan. Selain back cover, layarnya juga melengkung untuk menghasilkan bodi tipis dengan ketebalan hanya 7,45 mm saja.

Vivo V30 Pro punya dimensi yang ramping dan nyaman dipegang. Beratnya 187,8 gram. Build qualitynya solid sesuai harga. Vivo mengandalkan material aluminium alloy dengan durabilitas 20% lebih tangguh, dan mengantongi sertifikasi IP54 untuk ketahanan terhadap cipratan air dan debu. Sayang belum IP67/68.

Untuk warnanya, Hijau Khatulistiwa akan berkilau ketika terpapar cahaya. Masih memakai Color Changing Fluorite AG Glass yang bisa berubah warna. Tapi lapisan luarnya lumayan licin, jadi sebaiknya memakai softcase agar tidak mudah lepas dari genggaman.

Di depan, V30 Pro menggunakan layar punch hole. Sementara bagian sisi bawah menampilkan port USB Type-C, mikrofon, grill speaker dan SIM Tray yang berisi dua slot Nano SIM. Di atas terdapat lubang mikrofon lainnya bersama dengan tulisan Professional Portrait.

Tombol volume dan daya berada di bagian sisi kanan. Tombol daya ini tidak berfungsi sebagai sensor sidik jari, karena fitur tersebut ada di dalam layar.

Layar

Beralih ke pembahasan layar, Vivo V30 Pro menghadirkan panel AMOLED seluas 6,78 inci. Layar ini memiliki resolusi 2800 x 1260 piksel serta refresh rate 120 Hz, memberikan pengalaman visual yang tajam dan mulus saat scrolling media sosial atau bermain game.

Pengguna tetap bisa mengatur refresh rate ke 60 Hz jika ingin lebih hemat daya. Untuk kerapatan layarnya mencapai 453 ppi, sedangkan tingkat kecerahannya bisa menyentuh 2800 nit. Terang dan jelas untuk menampilkan konten pada kondisi di bawah terik matahari.

Akurasi warnanya juga bagus. Layar V30 Pro dapat menghasilkan gambar tajam dan detail, untuk memberikan kepuasan dalam berbagai keperluan, termasuk nonton film resolusi tinggi di Netflix. Terlebih lagi, Layar V30 Pro dikelilingi bezel sangat tipis untuk menghasilkan rasio layar ke bodi hingga 89,9%. Nonton jadi terasa lebih imersif.

Sayangnya Vivo tidak menjelaskan apa kaca yang menjadi proteksi dari layar tersebut. Beruntung sudah ada lapisan anti gores, jadi lebih tenang dari risiko tergores atau terbentur.

Secara keseluruhan layar Vivo V30 Pro menawarkan kualitas yang bagus untuk pengalaman menonton maksimal. Satu kekurangannya hanya soal proteksi saja. Kalau saja sudah pakai Gorilla Glass terbaru pasti lebih menarik lagi.

Hardware dan Kinerja

Vivo V30 Pro ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8200, sebagai jaminan untuk memberikan performa kuat dalam menangani beragam kebutuhan. Selain ngebut, chipset yang memakai fabrikasi 4nm ini juga lebih efisien dalam hal konsumsi daya.

Dimensity 8200 memiliki CPU octa-core yang terdiri dari 1x Cortex-A78 3.1 GHz, 3x Cortex-A78 3.0 GHz, dan 4x Cortex-A55 2.0GHz. Pemrosesan grafisnya mengandalkan GPU Mali-G610 MC6. Kencang untuk kinerja harian dan mantap untuk main game.

Terbukti game dimainkan di V30 Pro seperti PUBG Mobile dan Genshin Impact dapat berjalan lancar pada pengaturan grafis tinggi. Bermain dalam durasi lama pun relatif stabil, karena suhunya terjaga pada kisaran yang aman sehingga tidak mengganggu kinerja chipset.

Selain itu skor yang dihasilkan ketika dicoba untuk menjalankan beberapa aplikasi benchmark tergolong tinggi. Terlebih smartphone ini punya RAM 12 GB LPDDR5 dan storage 512 GB UFS 3.1 yang cepat. Multitasking membuka banyak aplikasi terasa mulus tanpa masalah.

Dengan kapasitas 512 GB, tidak perlu takut memori lekas penuh bila ingin menyimpan file berukuran jumbo. Merekam banyak video resolusi tinggi bisa ditampung meski smartphone ini tidak punya opsi untuk menambahkan penyimpanan eksternal.

Baterai dan Pengisian Daya

Walaupun memakai chipset yang sangar, Vivo V30 Pro tetap bisa diajak beraktivitas sepanjang hari berkat baterai 5.000 mAh. Kapasitas baterai ini mengalami peningkatan dari seri sebelumnya, tanpa membuat desain perangkatnya lebih besar dan tebal.

Dalam pengujian, Vivo V30 Pro mampu bertahan 1 hari penuh dengan penggunaan normal, seperti untuk browsing internet, chatting di aplikasi pesan instan, menelusuri media sosial, menonton video, dan bermain game.

Teknologi pengisian dayanya canggih, 80W, dan dapat mengisi sampai penuh 100% dalam waktu kurang lebih 45 menit saja. V30 Pro juga mendukung reverse charging yang berguna ketika perlu mengisi perangkat lain.

Perangkat Lunak dan Antarmuka Pengguna

Vivo V30 Pro mengusung sistem operasi Android 14 dengan antarmuka FuntouchOS 14. Vivo menjanjikan 2 tahun Android update dan 3 tahun security update. Tidak lebih lama jaminan updatenya dibanding brand sebelah, namun kinerjanya diklaim akan tetap lancar untuk pemakaian setidaknya 50 bulan.

FuntouchOS 14 sebagai antarmuka mempunyai tampilan yang sederhana dan pastinya familiar bagi pengguna Android pada umumnya. Fitur bawaannya beragam. Untuk yang doyan main game, Vivo menyediakan Ultra Game Mode dengan segudang pilihan fitur menarik.

Contohnya Game Sidebar yang bisa dipanggil dengan cara swipe layar dari samping saat main game. Dalam Game Sidebar, ada banyak shortcut yang berguna, mulai dari pilihan untuk blokir notifikasi, mengaktifkan Esports Mode, sampai Off-screen Autuplay.

Dalam pengujian tidak ditemukan adanya iklan yang muncul dan bloatware pun sangat minim.

Kamera

Vivo V30 Pro dilengkapi dengan setup triple camera di belakang yang terdiri dari kamera utama 50 MP f/1.88, kamera 50 MP ultrawide f/2.0, dan kamera 50 MP telefoto f/1.85. Komplit, tidak ada lensa penting yang tertinggal. Untuk selfie pada bagian depan  terdapat kamera yang juga punya resolusi 50 MP.

Fiturnya lengkap. Optical Image Stabilization (OIS) tersedia pada kamera utama. Sedangkan untuk kamera telefoto bisa melakukan 2x optical zoom. Jangan lupakan juga soal kolaborasi dengan ZEISS, yang pastinya memberikan fitur menarik.

ZEISS pada V30 Pro bertugas untuk menghadirkan fitur portrait keren yaitu Biotar, Distagon, Sonnar, Planar, Cinematic, dan Cine-flare. Fitur-fitur ini memberi kebebasan untuk bereksperimen dalam menciptakan efek bokeh yang cantik dan dramatis.

Paduan sensor 50 MP dan dukungan ZEISS Style Portrait terbukti mampu menghasilkan foto potret apik secara mudah. Efek blur pada background pun terlihat natural dan rapi. Jika ingin membuat foto potret pada kondisi low light, tinggal aktifkan bantuan Aura Light agar objek lebih terang.

Adanya dukungan lensa telefoto akan memudahkan saat ingin menangkap momen yang posisinya agak jauh dari kamera. ZEISS Style Portrait tetap bisa diaktifkan saat menggunakan kamera tele, sehingga lebih fleksibel dalam mengatur jarak dengan objek.

Sementara lensa ultra-wide tentunya berguna saat ingin mengambil foto dengan sudut lebar. Hasil foto dengan kamera ultrawide V30 Pro tergolong bagus pada kondisi pencahayaan yang terang.

Galeri Foto

Kesimpulan

Vivo V30 Pro merupakan smartphone kelas menengah atas yang jago dalam urusan portrait photography. Kolaborasi dengan ZEISS terlihat hasilnya, bukan sekadar gimmick belaka. Fitur bawaan ZEISS pun banyak, sehingga pengguna bisa lebih bebas dalam berkreasi.

Selain itu smartphone ini juga punya penawaran yang komplit dalam segala hal, mulai dari desainnya yang premium, performa tangguh, hingga baterai dan pengisian daya yang dapat diandalkan.