Home Tren & Sosial Game, LEGO, dan K-Pop Kuasai Pikiran Anak-Anak

Game, LEGO, dan K-Pop Kuasai Pikiran Anak-Anak

Dengan semakin dekatnya natal dan tahun baru, orang-orang di seluruh dunia membuat persiapan untuk menyambut perayaan hari besar. Mengingat bahwa ‘peran utama’ dari musim liburan ini adalah anak-anak, mungkin sulit bagi beberapa orang tua dan anggota keluarga untuk mendapatkan ide hadiah yang menarik. Kaspersky menyarankan agar orang tua memperhatikan dengan cermat minat utama anak-anak di internet untuk memastikan bahwa hadiah yang mereka berikan sesuai dengan harapan sang buah hati di tahun ini.

Menurut analisis Kaspersky baru-baru ini, berdasarkan metadata anonim yang disediakan secara sukarela oleh pengguna Kaspersky Safe Kids, anak-anak menunjukkan minat paling besar di beberapa area pada bulan November. Game, musik, toko dan berbelanja, mainan, kartun, layanan dan platform, karakter, hobi dan aktivitas, hingga konsol game adalah kategori yang paling populer. Tiga teratas dari minat ini adalah game dengan (44%), disusul oleh musik (14%) dan belanja (10%).

Anak-anak yang mencari game di internet menunjukkan minat terbesarnya pada Roblox (23%), Among Us (21%) dan Minecraft (20%). Disusul game populer lainnya seperti Gacha Life (16%) dan Fortnite (11%).

Anehnya, meskipun konsol generasi baru yang baru-baru ini mulai dijual, Nintendo Switch menduduki peringkat teratas dalam penelusuran anak-anak (42%), sementara PlayStation di tempat kedua (36%) dan Xbox di urutan ketiga (22%). Game paling dicari untuk konsol Nintendo Switch adalah Mario, Animal Crossing, dan The Legend of Zelda: Breath of the Wild.

Musik K-pop, yang telah mengguncang tangga lagu dalam beberapa tahun terakhir, masih sangat populer di kalangan anak-anak di seluruh dunia. Hampir setengah dari permintaan ‘musik’ terdiri dari ‘K-pop’ (48%) dan didominasi oleh dua band favorit: BTS (58%) dan BLACKPINK (42%).

Terakhir, mainan masih digandrungi oleh anak-anak. Khususnya, LEGO menyumbang 51% dari permintaan ‘mainan’ yang paling diminati, diikuti oleh Barbie (22%), set Playmobil (11%), L.O.L. Surprise! dolls (8%) dan 5 Surprise Mini Brands (8%). Berkenaan dengan obsesi anak-anak terhadap LEGO, mereka biasanya mencari LEGO edisi khusus tergantung pada permainan atau karakter favorit. Set LEGO yang paling diinginkan diantara lain adalah Among Us (meskipun belum ada di pasaran), Harry Potter, Star Wars, Ninjago, Technic, City, Friends dan Minecraft.

Kaspersky merekomendasikan orang tua untuk dapat mencari pilihan hadiah dari berbagai industri game, budaya pop Korea, dan melihat set LEGO yang saat ini anak-anak gemari. Meskipun demikian, hadiah apa pun tidak akan sebanding dengan hubungan interaksi yang nyaman antara orang tua dan anak.

“Ada pepatah populer di internet – ‘Google tahu lebih banyak tentangmu daripada ibumu’, yang sepertinya terdengar masuk akal. Mengetahui apa yang anak-anak Anda telusuri dapat membantu orang tua memahami kebutuhan mereka dengan lebih baik, mempertimbangkan minat mereka, dan bahkan menjadi teman yang baik – dan tentu saja ini tidak hanya berlaku menjelang perayaan Natal tetapi sepanjang tahun,” komentar Anna Larkina, pakar analisis konten web di Kaspersky.

Untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan buah hati Anda, Kaspersky memiliki rekomendasi berikut:

  • Jangan langsung mengambil kesimpulan jika anak menghabiskan terlalu banyak waktu di video game. Mereka bisa saja berada di tengah situasi dunia nyata yang tidak memuaskan, dan mereka membutuhkan Anda untuk ini. Alih-alih membatasi jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain game, Anda dapat membantu mereka memecahkan permasalahan yang dimiliki (misalnya, di sekolah atau dengan kerabat keluarga lainnya)
  • Mencari waktu untuk bermain game dengan atau menonton serial baru bersama anak. Memiliki hobi yang sama dapat meningkatkan hubungan orangtua dan anak.
  • Instal Kaspersky Safe Kids, solusi yang memungkinkan Anda memantau, melihat, dan menelusuri aktivitas online anak Anda di berbagai perangkat, tanpa mengganggu ruang pribadi mereka. Solusi tersebut juga menawarkan saran bermanfaat tentang cara membantu anak-anak berperilaku aman saat online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here