Home Travel Tren Snackpacking 2026: Manado, Jakarta, Medan, dan Bandung Jadi Destinasi Favorit Berburu...

Tren Snackpacking 2026: Manado, Jakarta, Medan, dan Bandung Jadi Destinasi Favorit Berburu Jajanan Lokal

Ilustrasi tren snackpacking di Indonesia, menampilkan wisatawan yang menikmati jajanan lokal di pasar kuliner tradisional dengan beragam makanan khas sebagai daya tarik wisata kuliner.

Agoda mengungkap empat destinasi wisata di Indonesia dengan lonjakan pencarian akomodasi tertinggi untuk perjalanan kuliner pada Oktober 2026. Manado memimpin dengan kenaikan 214%, disusul Jakarta, Medan, dan Bandung.

Tren wisata kuliner di kalangan anak muda Indonesia semakin berkembang. Kini, perjalanan tidak selalu berpusat pada destinasi wisata populer atau tempat yang viral di media sosial. Berburu jajanan khas daerah juga menjadi alasan untuk mengunjungi sebuah kota.

Tren ini dikenal sebagai snackpacking, yaitu aktivitas menjelajahi suatu daerah melalui jajanan, camilan, dan kudapan khasnya. Selain menawarkan pengalaman kuliner, snackpacking memungkinkan wisatawan mengenal budaya lokal dengan cara yang relatif terjangkau.

Platform perjalanan digital Agoda menyoroti meningkatnya minat terhadap tren tersebut di Indonesia. Berdasarkan data pencarian akomodasi Agoda, Manado, Jakarta, Medan, dan Bandung mencatat pertumbuhan minat tertinggi di antara destinasi pilihan wisatawan Indonesia untuk perjalanan pada Oktober 2026.

Manado memimpin dengan kenaikan pencarian akomodasi sebesar 214% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Jakarta menyusul dengan pertumbuhan 200%, diikuti Medan sebesar 194% dan Bandung sebesar 189%.

Bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman perjalanan berbeda, keempat kota tersebut menawarkan jajanan dengan karakteristik khas, mulai dari kudapan berbahan hasil laut dan rempah di Manado hingga jajanan tradisional Betawi di Jakarta, kue khas Medan, serta camilan legendaris Bandung.

Apa Itu Snackpacking dan Mengapa Populer di Kalangan Anak Muda?

Snackpacking merupakan tren perjalanan yang menjadikan jajanan lokal sebagai bagian utama pengalaman wisata. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat tempat ikonik, tetapi juga menjelajahi pasar tradisional, kedai makanan, pusat jajanan, dan kawasan kuliner untuk mencicipi makanan khas daerah.

Tren ini menarik bagi wisatawan muda karena menawarkan pengalaman yang autentik sekaligus relatif terjangkau. Berburu jajanan juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat dan mengenal cerita di balik makanan tradisional.

Menurut informasi dalam siaran pers Agoda yang merujuk pada Kementerian Pariwisata, aktivitas ini populer di kalangan anak muda Indonesia yang senang mengeksplorasi budaya lokal dan menemukan jajanan menarik untuk dibagikan di media sosial.

Indonesia memiliki beragam kuliner yang mencerminkan sejarah, budaya, dan kekayaan bahan pangan lokal. Karena itu, snackpacking dapat menjadi cara untuk mengenal karakter sebuah kota melalui cita rasa makanannya.

1. Manado: Berburu Klappertaart, Panada, dan Jajanan Khas Sulawesi Utara

Manado, ibu kota Sulawesi Utara, menjadi destinasi dengan pertumbuhan pencarian akomodasi tertinggi untuk perjalanan Oktober 2026 menurut data Agoda.

Pencarian akomodasi untuk masa menginap 1–31 Oktober 2026 meningkat 214% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Angka ini menempatkan Manado di posisi teratas dalam daftar destinasi pilihan Agoda untuk tren snackpacking.

Kekayaan kuliner Manado tidak terlepas dari ketersediaan bahan lokal, hasil laut, serta penggunaan rempah dan bumbu yang memberikan karakter kuat pada makanan setempat.

Salah satu jajanan yang wajib masuk daftar wisata kuliner adalah klappertaart. Kudapan manis berbahan kelapa ini dikenal luas sebagai bagian dari warisan kuliner Manado yang mendapat pengaruh Belanda.

Wisatawan juga dapat mencoba manisan pala dan halua kenari yang memanfaatkan bahan lokal. Untuk pilihan gurih, panada berisi ikan cakalang menawarkan perpaduan cita rasa hasil laut dengan pengaruh kuliner Portugis. Panpis juga menjadi salah satu kudapan khas yang dapat dieksplorasi.

Rekomendasi tempat berburu jajanan di Manado:

  • Kawasan Wisata Kuliner Jalan Roda.
  • Christine Klappertaart.
  • Pusat Oleh-Oleh Tradisional Manado.
  • Flamboyan Street Food.

Keempat lokasi tersebut dapat menjadi titik awal untuk menjelajahi kuliner lokal sekaligus mencari oleh-oleh khas Sulawesi Utara.

2. Jakarta: Menjelajahi Jajanan Tradisional Betawi

Jakarta menempati posisi kedua dengan pertumbuhan pencarian akomodasi sebesar 200%.

Sebagai ibu kota yang mempertemukan berbagai budaya, Jakarta menawarkan kuliner dengan pengaruh Betawi, Tionghoa, Arab, India, dan Eropa. Perpaduan tersebut terlihat dalam beragam jajanan yang masih dapat ditemukan di pasar tradisional maupun kawasan wisata budaya.

Salah satu yang paling ikonik adalah kerak telor. Hidangan gurih berbahan telur dan beras ketan ini menjadi bagian penting dari identitas kuliner Betawi.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal jajanan tradisional lainnya, kembang goyang dan kue akar kelapa juga layak dicoba. Kedua kudapan tersebut dikenal dalam tradisi kuliner masyarakat Betawi, termasuk saat perayaan Lebaran.

Menjelajahi jajanan Jakarta juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal sejarah dan budaya kota. Wisatawan bisa mengunjungi kawasan bersejarah, pasar kue, hingga pusat budaya Betawi untuk menemukan makanan yang memiliki cerita tersendiri.

Rekomendasi tempat berburu jajanan di Jakarta:

  • Kota Tua.
  • Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan.
  • Pasar Kue Subuh Senen.
  • Pasar Jatinegara.

Setiap lokasi menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari menikmati suasana kawasan bersejarah hingga mengenal tradisi kuliner Betawi secara lebih dekat.

3. Medan: Berburu Bika Ambon, Bolu Meranti, dan Pancake Durian

Medan, ibu kota Sumatera Utara, mencatat kenaikan pencarian akomodasi sebesar 194% untuk perjalanan pada Oktober 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kota ini memiliki beragam jajanan yang memanfaatkan bahan lokal dan berkembang melalui pertemuan tradisi kuliner yang berbeda.

Bika Ambon menjadi salah satu kudapan paling dikenal dari Medan. Kue dengan tekstur berongga ini cocok masuk dalam daftar kuliner yang dicoba saat berkunjung ke kota tersebut.

Selain bika Ambon, wisatawan dapat berburu bolu Meranti, pancake durian, dan dodol Medan untuk pilihan kudapan manis.

Bagi pencinta camilan gurih, Medan juga menawarkan teri Medan, kacang Sihobuk, risol Gogo, dan lumpia Medan. Ragam pilihan ini membuat wisata kuliner dapat disesuaikan dengan selera masing-masing wisatawan.

Rekomendasi tempat berburu jajanan di Medan:

  • Pasar Rame.
  • Pasar Beruang.
  • Kawasan kuliner malam Jalan Semarang.
  • Jalan Majapahit, yang dikenal dengan penjualan bika Ambon.
  • Jalan Kruing, untuk berburu pancake durian.

Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh, kawasan-kawasan tersebut dapat menjadi bagian dari rute kuliner selama berada di Medan.

4. Bandung: Menikmati Peuyeum, Surabi, Batagor, hingga Seblak

Bandung mencatat pertumbuhan pencarian akomodasi sebesar 189%, menjadikannya salah satu destinasi yang menonjol dalam tren snackpacking di Indonesia.

Kota Kembang memiliki tradisi kuliner yang memanfaatkan bahan sederhana, seperti singkong, tepung beras, dan kelapa. Kreativitas masyarakat setempat kemudian menghasilkan beragam jajanan dengan karakter rasa dan penyajian yang berbeda.

Peuyeum, misalnya, merupakan olahan singkong fermentasi yang dapat dinikmati langsung atau diolah menjadi colenak. Surabi juga menjadi salah satu jajanan tradisional yang mencerminkan kekayaan kuliner Sunda.

Untuk pilihan camilan manis, wisatawan bisa mencoba pisang bolen, brownies kukus, dan kue balok. Sementara itu, batagor, siomay, cilok, cireng, dan seblak dapat menjadi pilihan bagi pencinta jajanan gurih.

Bandung juga menarik karena mempertemukan jajanan legendaris dengan inovasi kuliner yang terus berkembang. Di sejumlah kawasan, makanan tradisional dihadirkan dengan variasi penyajian yang lebih modern tanpa meninggalkan karakter lokalnya.

Rekomendasi tempat berburu jajanan di Bandung:

  • Pasar Kosambi.
  • Pasar Cihapit.
  • Jalan Braga.
  • Jalan Cibadak.

Pasar Cihapit menjadi salah satu kawasan yang menarik untuk dijelajahi karena menawarkan perpaduan jajanan tradisional dengan sentuhan modern.

Mengapa Snackpacking Bisa Menjadi Cara Baru Menjelajahi Indonesia?

Tren snackpacking memperlihatkan bahwa pengalaman wisata tidak selalu harus dimulai dari tempat-tempat terkenal. Pasar tradisional, kedai sederhana, dan kawasan kuliner lokal juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal sebuah kota.

Setiap jajanan memiliki cerita mengenai bahan pangan, kebiasaan masyarakat, hingga pengaruh budaya yang membentuk cita rasanya.

Klappertaart dan panada di Manado, kerak telor di Jakarta, bika Ambon di Medan, serta surabi dan peuyeum di Bandung merupakan contoh bagaimana kuliner dapat mencerminkan identitas daerah.

Pengalaman tersebut juga memungkinkan wisatawan mengenal lebih banyak sisi Indonesia melalui perjalanan yang fleksibel. Wisatawan dapat menyusun rute berdasarkan jajanan yang ingin dicoba, lalu memilih penginapan yang memudahkan mereka menjangkau kawasan kuliner.

Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, menyampaikan bahwa setiap kota di Indonesia memiliki cerita yang dapat dikenali melalui jajanan khasnya.

Menurutnya, snackpacking memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk mengenal suatu kota lebih jauh melalui kulinernya, bukan hanya dengan mengunjungi tempat-tempat ikonik.

Agoda juga menyoroti pentingnya kemudahan dalam merencanakan perjalanan, mulai dari menemukan akomodasi hingga menjelajahi jajanan yang wajib dicoba di sekitar tempat menginap.

Cara Merencanakan Perjalanan Snackpacking agar Lebih Praktis

Bagi wisatawan yang ingin mengikuti tren snackpacking, perencanaan perjalanan dapat dimulai dengan menentukan jenis jajanan yang ingin dicoba.

Setelah memilih destinasi, cari informasi mengenai pasar tradisional, pusat jajanan, dan kawasan kuliner yang menawarkan makanan khas setempat. Mengelompokkan tempat berdasarkan wilayah juga dapat membantu menghemat waktu perjalanan.

Pemilihan penginapan menjadi pertimbangan berikutnya. Akomodasi yang lokasinya strategis dapat memudahkan wisatawan menjangkau beberapa titik kuliner tanpa harus menghabiskan terlalu banyak waktu di perjalanan.

Wisatawan juga sebaiknya menyediakan ruang dalam jadwal untuk mengeksplorasi tempat yang tidak direncanakan sebelumnya. Salah satu daya tarik snackpacking adalah kesempatan menemukan jajanan lokal yang mungkin belum banyak dikenal.

Terakhir, jangan hanya berfokus pada makanan yang populer di media sosial. Mencoba jajanan tradisional dan berinteraksi dengan pedagang lokal dapat memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Agoda Dukung Wisata Kuliner di Indonesia

Sebagai platform perjalanan digital, Agoda menyediakan layanan untuk membantu wisatawan merencanakan perjalanan, termasuk pencarian akomodasi, penerbangan, dan aktivitas.

Dalam siaran persnya, Agoda menyebutkan bahwa platform tersebut memiliki jaringan lebih dari 6 juta hotel dan akomodasi liburan, lebih dari 130.000 rute penerbangan, serta lebih dari 300.000 aktivitas.

Melalui layanan tersebut, wisatawan dapat merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi, termasuk untuk menjelajahi kuliner lokal di Indonesia.

Meningkatnya minat terhadap Manado, Jakarta, Medan, dan Bandung menunjukkan bahwa kekayaan jajanan daerah dapat menjadi daya tarik perjalanan. Bagi wisatawan muda, snackpacking menawarkan cara untuk menikmati perjalanan sekaligus mengenal budaya Indonesia melalui cita rasa khas setiap kota.