Home Enterprise Sorotan AWS re:Invent 2025: GenAI Agen Otonom, Nova 2, Graviton5, dan Transformasi...

Sorotan AWS re:Invent 2025: GenAI Agen Otonom, Nova 2, Graviton5, dan Transformasi Data untuk Skala Cloud

Ajang AWS re:Invent 2025 kembali menjadi panggung utama bagi Amazon Web Services untuk menunjukkan arah masa depan cloud dan kecerdasan buatan. Tahun ini, fokus AWS semakin jelas: agen AI otonom, model generative AI yang lebih fleksibel, serta infrastruktur berperforma tinggi yang dirancang khusus untuk kebutuhan AI skala besar.

Lewat serangkaian pengumuman ini, AWS tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga menawarkan cara yang lebih praktis bagi perusahaan untuk mengadopsi AI secara aman, efisien, dan siap produksi.

Era Baru Generative AI: Agen yang Bisa Bekerja Mandiri

Salah satu pengumuman paling mencuri perhatian adalah hadirnya Frontier Agents, kategori baru agen AI yang mampu menjalankan tugas kompleks secara mandiri dalam waktu lama—bahkan hingga berhari-hari—tanpa intervensi manusia.

Beberapa contoh penerapannya antara lain:

  • Kiro Autonomous Agent, agen pengembang virtual yang dapat menjelajahi repository kode, melakukan triase bug, hingga meningkatkan kualitas pengujian aplikasi.
  • AWS Security Agent, yang berperan layaknya konsultan keamanan dengan pemahaman menyeluruh terhadap infrastruktur perusahaan.
  • AWS DevOps Agent, agen operasional yang selalu aktif untuk mendeteksi insiden dan membantu penyelesaiannya secara cepat.

Pendekatan ini menandai pergeseran dari AI yang sekadar responsif menjadi AI yang proaktif dan agentic, mampu mengambil keputusan berdasarkan konteks dan tujuan yang ditetapkan.

Amazon Nova 2: Model AI Fleksibel untuk Beragam Kebutuhan

AWS juga memperkenalkan Amazon Nova 2, keluarga model generative AI terbaru yang mencakup Nova Lite, Pro, Sonic, dan Omni. Setiap model dirancang untuk kebutuhan berbeda, mulai dari penalaran tingkat lanjut, pemrosesan multimodal, hingga pembuatan kode dan aplikasi berbasis agen.

Untuk mendukung penggunaan di lingkungan enterprise, AWS menghadirkan:

  • Nova Forge, yang memungkinkan perusahaan melakukan pelatihan dan kustomisasi model menggunakan data internal.
  • Nova Act, solusi otomatisasi berbasis browser yang mampu menjalankan tugas UI dengan tingkat akurasi tinggi, seperti pengisian formulir atau navigasi aplikasi web.

Dengan pendekatan ini, AWS memberi keleluasaan bagi perusahaan untuk membangun solusi AI yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

Amazon Bedrock Makin Matang untuk Produksi

Amazon Bedrock kini semakin diperkuat sebagai fondasi pengembangan GenAI di AWS. Selain penambahan model-model baru, AWS memperkenalkan AgentCore, serangkaian komponen yang membantu transisi dari eksperimen AI ke implementasi produksi.

AgentCore mencakup:

  • Policy untuk mengatur batasan dan perilaku agen AI secara aman,
  • Evaluations untuk menilai kualitas dan keamanan output,
  • Memory, yang memungkinkan agen mengingat interaksi sebelumnya dan belajar dari pengalaman.

Kombinasi ini membuat pengembangan agen AI menjadi lebih terkontrol, konsisten, dan siap digunakan dalam skenario bisnis nyata.

Infrastruktur Baru untuk Beban Kerja AI

Di sisi infrastruktur, AWS menghadirkan inovasi besar untuk mendukung komputasi intensif:

  • Graviton5, CPU generasi terbaru berbasis Arm dengan peningkatan performa signifikan dan efisiensi energi yang lebih baik.
  • Trainium3 UltraServers, sistem yang dirancang khusus untuk pelatihan model AI berskala besar dengan kecepatan dan efisiensi yang lebih tinggi.
  • AWS AI Factories, solusi on-premise yang menggabungkan perangkat keras AI dan layanan AWS untuk organisasi yang membutuhkan kontrol penuh atas data.

Langkah ini mempertegas posisi AWS sebagai penyedia infrastruktur AI dari edge hingga data center.

Data sebagai Fondasi AI: Evolusi Amazon S3

AWS juga memperbarui Amazon S3 agar semakin relevan untuk kebutuhan AI modern. Kini tersedia S3 Vectors, layanan penyimpanan vektor yang mampu menangani miliaran hingga triliunan vektor dalam satu bucket, dengan efisiensi biaya yang jauh lebih baik.

Selain itu:

  • Ukuran maksimum objek S3 kini meningkat hingga 50 TB,
  • S3 Tables dan Intelligent-Tiering membantu perusahaan mengelola data besar dengan biaya yang lebih optimal.

Dengan pembaruan ini, AWS menempatkan data sebagai fondasi utama dalam pengembangan dan operasional AI.

Studi Kasus: Dari Global hingga Industri Nyata

Sejumlah perusahaan global telah memanfaatkan inovasi AWS, mulai dari Sony yang memproses ratusan ribu permintaan AI setiap hari, hingga Nissan yang mempercepat pengembangan platform perangkat lunaknya. Perusahaan lain seperti Visa, Booking.com, Lyft, dan Air Canada juga memanfaatkan agen AI untuk meningkatkan layanan pelanggan dan efisiensi operasional.

Relevansi bagi Perusahaan di Indonesia

Bagi perusahaan di Indonesia, inovasi AWS re:Invent 2025 membuka peluang besar untuk:

  • Mengadopsi GenAI tanpa harus membangun infrastruktur dari nol,
  • Mengontrol biaya cloud dengan infrastruktur yang lebih efisien,
  • Memenuhi kebutuhan keamanan dan kedaulatan data.

Dengan kombinasi agen AI, model fleksibel, dan infrastruktur yang matang, AWS semakin mempermudah perusahaan untuk menjadikan AI sebagai bagian inti dari transformasi digital.