Home Apps & Platform 6 Rekomendasi Ucapan Lebaran di WhatsApp untuk Orang Tersayang

6 Rekomendasi Ucapan Lebaran di WhatsApp untuk Orang Tersayang

Bulan suci Ramadan akan segera berakhir, dan Idul Fitri 1444 H sudah didepan mata, perayaan besar yang menjadi momen kemenangan bagi seluruh umat muslim. Tidak semua orang bisa Anda temui selama lebaran, tetapi Anda masih bisa menjaga silaturahmi dengan memberikan ucapan lebaran kepada orang tersayang. Melalui WhatsApp, pesan pribadi Anda tetap terlindungi dengan default Enkripsi End to End, sehingga pesan tetap berada di antara Anda. Ada berbagai fitur di WhatsApp yang bisa Anda manfaatkan agar ucapan lebaran terasa lebih personal, dengan mengirim foto, video, avatar, pesan suara, atau mengunggah Status

Berikut 6 rekomendasi ucapan lebaran di WhatsApp untuk lebaran 2023 dari Analisa Widyaningrum, Ayudia C, bapak2ID, Ivan Lanin, Kunto Aji, dan Marchella FP:

Kirim pesan bermakna dengan sisipan doa, Analisa Widyaningrum, Psikolog

Seperti sungai yang terus mengalir, bulan suci Ramadan akan segera berakhir. Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair. Selamat Hari Raya Aidil Fitri 1 Syawal 1444 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga berkah Ramadan, selalu mengalir untuk kita semua. 

Analisa Widyaningrum, S.Psi, M.Psi seorang Psikolog, CEO @apdcindonesia, dan content creator Analisa Channel yang membahas seputar kesehatan mental, menyampaikan “Menurutku, hal penting saat mengirimkan pesan yang bermakna ke orang tersayang terutama keluarga adalah tulus dan menyentuh hati. Coba untuk mengambil jeda sembari membayangkan sosoknya, cobalah untuk menggambarkan apa yang Anda rasakan tentang mereka, lalu tuliskan betapa berharganya mereka, serta sampaikan maaf yang tulus dan kiriman doa harapan terbaik darimu.” 

Sampaikan maaf untuk keluarga, tunjukkan apa yang dirasa, Ayudia C, Seniman dan Entrepreneur

Di bulan Ramadan ini, aku yakin harapan kita semua adalah menjadi pribadi yang lebih baik. Untuk Sekala yang semakin hari semakin dewasa, semoga kalau sudah besar nanti, kita selalu bisa memaknai lebaran bersama Mama dan Dido ya. Selamat Idul Fitri 1444 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua bisa dipertemukan dengan Bulan Ramadan yang akan datang ya, Mas!

“Bagi aku, yang paling penting dari penyampaian sebuah pesan adalah penekanan makna dan maksud dari pesan tersebut. Hal ini karena kita ingin orang yang kita tuju tahu atas maksud dari pesan yang kita sampaikan. Jadi, ketika kita menyampaikan berbagai jenis pesan mulai dari pesan kasih sayang hingga ingin menyampaikan berbagai macam ekspresi lainnya, sehingga orang tersebut tahu apa yang kita rasakan dan apa yang ada di kepala kita.” kata Ayudia C, seorang seniman, entrepreneur, serta penulis buku “Teman Tapi Menikah”.

Ucapan bagi sesama bapak-bapak, bapak2ID, Content Creator

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, Pak (…)! Selamat Hari Raya Idul Fitri, semoga Allah menerima amal kita semua dan semoga Bapak dapat memaafkan semua kesalahan dan kekhilafan saya. Aamiin. Terakhir saya mau minta tolong, Pak. Nanti makan2nya jangan heboh2, nanti leher Bapak kekonci stang.

“Ada 3 hal yang penting saat mengirimkan pesan. Pertama, mengirimkan pesan sebaiknya isinya hangat, terasa tulus dan personal. Bukan pesan yang dikirimkan bulk ke semua orang. Kedua, di bagian meminta maaf, jangan gunakan kata “jika”. Contoh: saya memohon maaf jika saya ada salah. Kedengeran gak tulus, basa-basi banget. Terakhir, jangan terlalu panjang. Ini bukan skripsi, Pak. Singkat tapi tetap manis ya.” jelas bapak2ID, akun Instagram dengan 1,3 juta pengikut yang melakukan postingan lucu dan bermanfaat tentang kehidupan dan tips sebagai ayah atau suami.

Ucapan sesuai KBBI bisa jadi opsi, Ivan Lanin, Wikipediawan

Purna sudah puasa kita setelah sebulan penuh melalui Ramadan. Semoga segala amal kita diterima dan rahmatullah tercurah berlimpah kepada kita. Kini tiba saat merayakan hari kemenangan bersama kerabat dan sahabat. Selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita dapat berjumpa lagi pada Ramadan berikutnya.

Ivan Lanin, peneroka Bahasa Indonesia daring dan pecinta Bahasa Indonesia mengungkapkan “Untuk membuat pesan yang lebih bermakna, gunakan fungsi ekspresi dan sosial bahasa. Fungsi ekspresi diterapkan dengan gaya bahasa, rangkaian kalimat, dan pilihan kata yang menyentuh rasa. Fungsi sosial diterapkan dengan, antara lain, sapaan atau kenangan personal yang mempererat hubungan. Kedua fungsi itu melengkapi fungsi komunikasi bahasa untuk penyampaian pesan yang efektif.” 

Lebaran adalah rumah sebuah pengingat untuk pulang, Kunto Aji, Musisi

‘Selama masih ada rumah untuk pulang dan memulai segalanya’ seperti bulan Ramadan yang selalu mampu mempertemukan momen intim untuk perjumpaan keluarga dan memulai kembali kebersamaan yang mungkin banyak terlewat. Ada haru, iya. Tapi rasa syukurnya pasti selalu terjaga. Bulan penuh maaf baik lahir dan juga batin untuk kita semua! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H, semoga berkah serta niat kebaikan selalu mendekat pada kita dibulan yang siang dan malam harinya ini mulia ya!

Kunto Aji, seorang penyanyi dan penulis lagu dengan lirik yang menyentuh mengungkapkan “Hal penting ketika mengirimkan pesan Ramadan untuk keluarga dan teman-teman dekat bisa sepersonal mungkin agar tetap meaningful. Kita bisa mengekspresikan segala bentuk kejadian-kejadian atau momen menarik untuk dapat selalu dikenang. Dan menuntun doa-doa baik sebagai bentuk terima kasih dan wujud syukur tentunya. Jadikan kedekatan dan keseruan kamu sebagai kunci komunikasinya!” 

Kata maaf untuk Ibu berucap jujur dari hati, Marchella FP, Penulis

Marchella FP, Author & IP Owner ‘Generasi90an’ & ‘Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’ memberikan inspirasi pesan ucapan lebaran bagi ibu.

Mam, maafin Chelo ya. Sering jarang di rumah, sering sibuk kerja, sering gak sempat makan di rumah padahal itu masakan paling enak di dunia. Selamat lebaran ya, semoga kita masih sempat rasain lebih banyak lebaran bersama.

“Menulis pesan Ramadan menurutku perlu kejujuran dari hati, tidak hanya formalitas dan duplikasi kata maaf yang rasanya jadi sama rata maknanya. Tidak selalu kata walau tangan tak sampai dan kalimat indah lainnya yang buat hati tersentuh. Kadang sekadar menyematkan nama yang dituju, berucap jujur tanpa fitur pengirim segaram otomatis, rasanya jauh lebih bermakna,” ungkap Marchella.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here