
Dalam momentum peringatan Hari Bumi 2026, Telkomsel kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan melalui inisiatif Telkomsel Jaga Bumi Movement. Mengusung tema global “Our Power, Our Planet”, program ini bukan sekadar kampanye, melainkan ekosistem aksi nyata berbasis kolaborasi dan teknologi.
Langkah ini menjadi bukti bahwa transformasi digital tidak hanya berbicara soal konektivitas, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat mendorong perubahan lingkungan secara kolektif.
Mendorong Aksi Kolektif Lewat Ekosistem Digital
Telkomsel memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan sudah ada di masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan akses yang mudah agar setiap individu bisa berkontribusi.
Melalui pendekatan berbasis platform dan ekosistem digital, Telkomsel menghadirkan solusi yang memungkinkan partisipasi publik dalam skala besar. Mulai dari kompetisi inovasi hingga integrasi fitur donasi pohon langsung dari aplikasi, semua dirancang agar aksi menjaga bumi menjadi lebih inklusif.
Tiga Pilar Utama Telkomsel Jaga Bumi Movement
Program ini dibangun di atas tiga pilar strategis yang menyasar berbagai lapisan masyarakat:
1. Future Impact Challenge: Inovasi Anak Muda untuk Lingkungan
Kompetisi nasional ini mengajak generasi muda usia 15–35 tahun untuk menciptakan solusi inovatif terkait perubahan iklim dan isu lingkungan. Tidak hanya sebatas ide, peserta juga didorong menghadirkan implementasi nyata yang dapat memberikan dampak langsung.
2. Talkshow Series: Kolaborasi Ide dari Berbagai Perspektif
Melalui rangkaian diskusi, Telkomsel mempertemukan pakar, komunitas, hingga pelaku industri untuk membahas isu krusial seperti ekonomi sirkular dan masa depan keberlanjutan. Ini menjadi ruang pertukaran ide sekaligus memperkuat ekosistem kolaboratif.
3. Penanaman Pohon & Lokakarya
Aksi nyata dilakukan melalui kegiatan penanaman pohon di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Bogor, Palu, Sumatera Barat, hingga Yogyakarta. Program ini juga dilengkapi dengan lokakarya untuk memberdayakan masyarakat lokal.
Dari Poin Jadi Pohon: Gamifikasi Aksi Lingkungan
Salah satu inovasi paling menarik adalah integrasi program carbon offset ke dalam ekosistem pelanggan.
Melalui aplikasi MyTelkomsel, pengguna dapat menukarkan Telkomsel Poin menjadi pohon. Skemanya sederhana:
- 5.000 poin = 0,1 pohon
- 50.000 poin = 1 pohon
Pendekatan ini menghadirkan pengalaman gamifikasi yang mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi kontribusi nyata bagi lingkungan. Bahkan, pelanggan akan mendapatkan laporan perkembangan pohon secara berkala—sebuah transparansi yang memperkuat engagement.
Mengolah Limbah Jadi Produk Bernilai
Tak hanya fokus pada penghijauan, Telkomsel juga memperluas dampaknya melalui pengelolaan limbah.
Bersama mitra, limbah plastik seperti kartu SIM bekas didaur ulang menjadi produk fungsional seperti:
- Paving block
- Tempat sampah
- Kotak serbaguna
- Aksesori outlet
Selain itu, limbah tekstil dari internal perusahaan juga diolah menjadi produk bernilai tambah. Pendekatan ini memperkuat implementasi ekonomi sirkular dalam skala industri.
Dampak Nyata Sejak 2022
Inisiatif Telkomsel Jaga Bumi bukan program baru. Sejak diluncurkan pada 2022, dampaknya sudah mulai terasa:
- Lebih dari 121.000 pelanggan terlibat
- Lebih dari 39.000 pohon ditanam
- Tersebar di 13 kota/kabupaten
- Area konservasi mencapai 37 hektare
- Penyerapan karbon lebih dari 83 tCO2e
Angka ini menunjukkan bahwa kolaborasi berbasis teknologi dapat menghasilkan dampak lingkungan yang terukur.
Ketika Teknologi Bertemu Tanggung Jawab
Telkomsel Jaga Bumi menjadi contoh bagaimana perusahaan teknologi dapat melampaui fungsi utamanya. Dengan memanfaatkan jaringan, platform digital, dan basis pelanggan yang luas, Telkomsel mampu mengorkestrasi gerakan kolektif dalam skala nasional.
Di era di mana sustainability menjadi kebutuhan, bukan pilihan, pendekatan seperti ini berpotensi menjadi blueprint bagi industri lain.



