
Nothing Ear (3a) hadir di Indonesia dengan membawa pendekatan yang sedikit berbeda dibandingkan kebanyakan true wireless stereo (TWS) di kelas harganya. Selain menawarkan kualitas audio, active noise cancellation (ANC), dan baterai panjang, earbuds ini juga memiliki fitur Audio Snapshot yang memungkinkan pengguna merekam momen audio langsung dari earbuds.
Dengan dukungan memori internal 32 MB, Nothing Ear (3a) dapat menyimpan momen audio tanpa harus selalu menggunakan ponsel. Earbuds ini juga mendukung perekaman panggilan telepon dan meeting hingga sekitar dua jam. Rekaman kemudian dapat disinkronkan ke aplikasi Nothing X untuk diputar ulang, diedit, dibagikan, maupun ditranskripsikan.
Di Indonesia, Nothing Ear (3a) resmi dipasarkan mulai 27 Juli 2026 dengan harga Rp1.699.000. Produk ini tersedia dalam empat pilihan warna, yakni Hitam, Putih, Pink, dan Kuning.
Desain Transparan yang Masih Menjadi Identitas Nothing

Nothing tidak banyak mengubah bahasa desain yang selama ini menjadi ciri produknya. Ear (3a) tetap menggunakan desain transparan dengan bentuk yang terlihat berbeda dari kebanyakan earbuds di kelas harga yang sama.
Pilihan warna juga membuatnya lebih mudah disesuaikan dengan karakter pengguna. Selain Hitam dan Putih yang lebih aman, Nothing menyediakan pilihan Pink dan Kuning yang terlihat lebih mencolok.
Untuk kenyamanan, Nothing menyebut Ear (3a) hadir dengan bentuk yang lebih ergonomis untuk penggunaan dalam waktu lama. Hasil pengujian independen juga menunjukkan bahwa desain dan fit menjadi salah satu kekuatan Ear (3a). RTINGS menilai earbuds ini nyaman dan cukup stabil untuk penggunaan sehari-hari, meski bisa lebih mudah bergeser ketika digunakan untuk aktivitas dengan banyak benturan atau gerakan.
Kontrol pada batang earbuds juga menggunakan mekanisme pinch, bukan sekadar tap. Menurut pengujian WIRED, mekanisme tersebut terasa responsif dan dapat dikustomisasi melalui aplikasi Nothing X.
Mengandalkan Driver 12 mm untuk Suara yang Lebih Bertenaga

Untuk kualitas audio, Nothing Ear (3a) menggunakan driver dinamis berukuran 12 mm dan sudah mendapatkan sertifikasi Hi-Res Audio Wireless. Nothing menyebut driver tersebut dirancang untuk menghasilkan suara yang lebih jernih, detail yang lebih kaya, serta bass yang lebih bertenaga.
Dalam pengujian, karakter suara Ear (3a) memang cenderung memiliki bass yang cukup kuat, tebal dan terasa menonjol, sementara bagian mid dan treble masih cukup terjaga. Karakter seperti ini cocok untuk musik dengan dentuman bass, tetapi pada beberapa lagu dengan dominasi vokal, bass bisa terasa terlalu kuat. Meski demikian secara keseluruhan, karakter audionya cukup menyenangkan untuk berbagai genre musik.
ANC hingga 45 dB

Selain kualitas suara, Nothing Ear (3a) membawa Wideband Active Noise Cancellation atau ANC hingga 45 dB.
Secara sederhana, fitur ini bertugas mengurangi suara dari lingkungan sekitar sehingga pengguna bisa lebih fokus mendengarkan musik atau melakukan panggilan. Nothing menyebut ANC tersebut dirancang untuk membantu meredam suara di berbagai situasi. ANC Ear (3a) mampu mengurangi sebagian besar suara lingkungan dan cukup efektif untuk penggunaan seperti perjalanan sehari-hari. Namun, performanya masih berada di bawah earbuds flagship yang harganya jauh lebih mahal, terutama dalam menghadapi suara pada frekuensi tertentu.
Artinya, angka 45 dB memang menarik di spesifikasi, tetapi bukan berarti Ear (3a) otomatis memiliki kemampuan ANC setara TWS premium. Untuk kelas harganya, performanya justru menjadi lebih menarik.
Audio Snapshot, Fitur yang Membuat Ear (3a) Berbeda

Di antara semua fitur yang ditawarkan, Audio Snapshot mungkin menjadi bagian paling menarik dari Nothing Ear (3a).
Konsepnya sederhana. Ketika pengguna sedang mendengarkan sesuatu melalui earbuds, mereka dapat menekan kedua earbuds untuk menyimpan potongan audio tersebut.
Nothing membekali Ear (3a) dengan memori internal 32 MB agar proses tersebut dapat dilakukan langsung dari earbuds. Hasilnya kemudian dapat dipindahkan ke Nothing X untuk diputar, diedit, dibagikan, atau ditranskripsikan.
SoundGuys menggambarkan Audio Snapshot seperti cara menyimpan kembali momen audio yang baru saja terjadi. Fitur tersebut dapat menangkap audio yang sedang diputar dan, dalam pengaturan tertentu, menyertakan bagian audio sebelum tombol ditekan.
Contohnya cukup sederhana. Sedang mendengarkan podcast dan pembicara menyampaikan informasi penting? Audio Snapshot bisa digunakan untuk menyimpannya. Sedang mengikuti materi pembelajaran dan ada bagian yang ingin didengarkan kembali? Hal yang sama bisa dilakukan.
Di sinilah Ear (3a) mulai terasa berbeda dari TWS biasa. Earbuds tidak hanya menjadi perangkat untuk mendengarkan, tetapi juga bisa digunakan untuk menyimpan bagian audio yang dianggap penting.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Audio Snapshot bukan perekam suara ruangan yang dapat digunakan seperti voice recorder biasa. Fitur ini menangkap audio yang diputar melalui earbuds.
Bisa Merekam Panggilan dan Meeting

Selain Audio Snapshot, Ear (3a) juga memiliki kemampuan merekam panggilan telepon dan meeting. Menurut materi resmi Nothing yang disampaikan Erajaya Digital, perekaman dapat berlangsung hingga sekitar dua jam. Rekaman kemudian tersinkronisasi dengan Nothing X dan dapat diputar, diedit, dibagikan, serta ditranskripsikan.
Fitur ini berpotensi berguna untuk pengguna yang sering melakukan meeting, wawancara, mengikuti kelas, atau melakukan percakapan yang membutuhkan pencatatan. Fitur recording jelas menjadi pembeda utama Ear (3a) dibandingkan TWS lain di kelas harga yang sama.
Tetapi perlu diingat bahwa fitur perekaman juga membawa konsekuensi soal privasi. Pengguna tetap perlu memperhatikan aturan dan meminta izin ketika diperlukan sebelum merekam percakapan atau meeting. Dengan kemampuan seperti ini, Ear (3a) memang mulai memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan TWS konvensional.
Pengaturan dengan Nothing X
Berbagai fitur tersebut tidak berdiri sendiri. Aplikasi Nothing X menjadi pusat pengaturan Ear (3a). Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengatur suara, ANC, kontrol earbuds, serta mengakses fitur seperti Audio Snapshot dan rekaman.
Nothing juga menyediakan equalizer yang cukup fleksibel. Hal ini menjadi penting karena karakter suara bawaan Ear (3a) cukup bass-heavy. Pengguna yang menginginkan suara lebih seimbang dapat melakukan penyesuaian sendiri.
Dalam pengujian, pengaturan equalizer delapan band memberikan perubahan suara yang cukup terasa ketika digunakan untuk menyesuaikan karakter audio. Jadi, pengalaman menggunakan Ear (3a) sebenarnya tidak berhenti pada perangkat kerasnya. Aplikasi menjadi bagian penting dari produk ini.
Baterai hingga 42 Jam
Untuk daya tahan, Nothing mengklaim Ear (3a) mampu digunakan hingga 42 jam dengan charging case. Pengujian oleh SoundGuys bahkan menemukan daya tahan hampir tepat 10 jam untuk earbuds ketika ANC dimatikan, sesuai dengan klaim Nothing untuk penggunaan tersebut.
Dengan demikian, baterai menjadi salah satu bagian yang cukup meyakinkan dari Ear (3a).
Namun, penggunaan fitur tertentu juga bisa memengaruhi daya tahan. Audio Snapshot misalnya membutuhkan buffer audio ketika fitur tersebut aktif, sehingga penggunaan fitur ini secara terus-menerus dapat memberikan beban tambahan pada baterai.
Untuk penggunaan sehari-hari, daya tahan hingga 42 jam dengan case membuat pengguna tidak perlu terlalu sering mencari charger.
Kesimpulan

Dengan harga Rp1.699.000, Nothing Ear (3a) berada di kelas TWS yang cukup ramai. Meski demikian, keunggulan utamanya bukan hanya dalam satu spesifikasi tertentu.
Earbuds ini menggabungkan desain transparan, driver 12 mm, Hi-Res Audio Wireless, ANC hingga 45 dB, baterai hingga 42 jam, serta fitur Audio Snapshot dan perekaman panggilan maupun meeting. Dari berbagai pengujian, kualitas suara dan kenyamanan menjadi salah satu kekuatan Ear (3a), sementara ANC-nya cukup baik untuk kelas harga tersebut meski belum bisa menyamai TWS flagship.
Yang paling membedakan tentu saja Audio Snapshot dan kemampuan recording.
Bagi pengguna yang hanya membutuhkan TWS untuk mendengarkan musik, menonton video, dan menerima panggilan, fitur tersebut mungkin bukan kebutuhan utama. Namun bagi pengguna yang sering mengikuti meeting, kuliah, wawancara, podcast, atau membutuhkan cara cepat untuk menyimpan informasi audio, kemampuan tersebut bisa menjadi alasan yang lebih kuat untuk memilih Ear (3a).
Di sisi lain, Nothing Ear (3a) juga berperan layaknya konsep TWS pada umumnya. Perangkat ini masih melakukan hal-hal dasar yang sama: memutar musik, meredam suara luar, dan menerima panggilan. Yang membuatnya menarik adalah bagaimana Nothing menambahkan fungsi baru di atas semua itu.
Dan untuk harga Rp1,6 jutaan, pendekatan tersebut membuat Nothing Ear (3a) punya karakter yang cukup berbeda di antara TWS sekelasnya, cukuo menarik untuk pengguna yang menginginkan TWS dengan kualitas audio yang dapat diandalkan dengan pengalaman audio Snapshot yang beda.
Spesifikasi Nothing Ear (3a)
| Spesifikasi | Nothing Ear (3a) |
|---|---|
| Tipe | True Wireless Stereo (TWS) |
| Driver | Dynamic Driver 12 mm |
| Sertifikasi audio | Hi-Res Audio Wireless |
| Codec | SBC, AAC, LDAC |
| ANC | Wideband ANC hingga 45 dB |
| Spatial Audio | Static Spatial Audio |
| Bluetooth | Bluetooth 6.0 |
| Koneksi | Dual-device connection |
| Audio Snapshot | Ya |
| Memori internal | 32 MB |
| Perekaman panggilan | Ya, hingga sekitar 2 jam |
| Perekaman meeting | Ya, hingga sekitar 2 jam |
| Aplikasi pendamping | Nothing X |
| Baterai earbuds | 55 mAh per earbuds |
| Daya tahan | Hingga 10 jam pada earbuds, hingga 42 jam dengan charging case |
| Fast charging | 5 menit pengisian untuk hingga 1 jam pemakaian |
| Ketahanan | IP54 untuk earbuds dan charging case |
| Warna | Hitam, Putih, Pink, Kuning |
| Harga Indonesia | Rp1.699.000 |


