
Kalau dulu traveling identik dengan sekadar melepas penat, kini cara pandang itu mulai berubah. Wisatawan Indonesia semakin menyadari bahwa setiap perjalanan yang mereka lakukan membawa dampak, baik bagi lingkungan maupun bagi komunitas lokal yang mereka kunjungi.
Survei terbaru dari Agoda menunjukkan bahwa 93% wisatawan Indonesia kini menjadikan keberlanjutan sebagai faktor penting dalam menentukan pilihan perjalanan di 2026. Bahkan, dalam tiga tahun ke depan, angka ini diprediksi meningkat menjadi 97%.
Perubahan ini menandai pergeseran mindset: traveling bukan lagi sekadar soal destinasi, tetapi juga tentang bagaimana perjalanan itu dilakukan dan dampak apa yang ditinggalkan.
Kenapa Wisata Berkelanjutan Semakin Diminati?
Menariknya, kesadaran ini tidak hanya berhenti pada isu lingkungan. Wisatawan Indonesia juga semakin peduli terhadap dampak sosial dari perjalanan mereka.
Sebanyak 43% responden ingin memastikan bahwa pengeluaran mereka selama traveling benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Di sisi lain, ada pula keinginan untuk membangun koneksi yang lebih dalam dengan destinasi yang dikunjungi, serta menjaga kelestarian alam dan satwa liar.
Hal ini menunjukkan bahwa konsep wisata berkelanjutan kini dipahami secara lebih luas—bukan hanya tentang menjaga alam, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman yang lebih bermakna dan memberi dampak nyata.
5 Cara Traveling Lebih Berkelanjutan (dan Tetap Seru!)
1. Pilih Penginapan yang Punya Komitmen Lingkungan
Salah satu langkah paling mudah untuk memulai perjalanan yang lebih berkelanjutan adalah dengan memilih akomodasi yang memiliki komitmen terhadap lingkungan. Saat ini, semakin banyak hotel dan penginapan yang menerapkan praktik ramah lingkungan, mulai dari pengurangan plastik sekali pakai hingga penggunaan energi terbarukan.
Platform seperti Agoda bahkan sudah menghadirkan program seperti Eco Deals, yang memudahkan wisatawan untuk menemukan penginapan dengan inisiatif keberlanjutan sekaligus mendapatkan penawaran menarik. Dengan memilih akomodasi seperti ini, traveler secara tidak langsung turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan.
2. Ikut Aktivitas yang Memberi Dampak Positif
Traveling kini bukan hanya soal menikmati pemandangan, tetapi juga tentang ikut terlibat dalam aktivitas yang memberi dampak positif. Banyak destinasi menawarkan pengalaman seperti penanaman mangrove, konservasi terumbu karang, hingga tur berbasis komunitas di desa wisata.
Survei menunjukkan bahwa 37% wisatawan Indonesia tertarik pada aktivitas yang memungkinkan mereka berkontribusi langsung terhadap pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal. Aktivitas seperti ini tidak hanya memberikan pengalaman yang berbeda, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih bermakna dengan destinasi yang dikunjungi.
3. Dukung UMKM dan Produk Lokal
Cara lain yang tak kalah penting adalah dengan mendukung ekonomi lokal selama perjalanan. Hal ini bisa dimulai dari hal sederhana, seperti memilih makan di warung lokal, membeli kerajinan tangan khas daerah, atau menggunakan jasa pemandu lokal.
Langkah kecil ini memiliki dampak besar karena membantu perputaran ekonomi di destinasi tersebut. Selain itu, pengalaman yang didapat juga biasanya jauh lebih autentik dibandingkan dengan pilihan yang serba komersial.
4. Pilih Transportasi yang Lebih Ramah Lingkungan
Transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan jejak karbon sebuah perjalanan. Kini, semakin banyak wisatawan yang mulai mempertimbangkan opsi transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum.
Sekitar 20% wisatawan Indonesia sudah mulai mengarah ke pilihan ini. Selain lebih ramah lingkungan, cara ini juga memungkinkan traveler untuk menikmati perjalanan dengan ritme yang lebih santai dan dekat dengan kehidupan lokal.
5. Cari Program Travel yang Sekalian Berkontribusi
Seiring meningkatnya minat terhadap wisata berkelanjutan, berbagai platform perjalanan mulai menghadirkan program yang memungkinkan wisatawan untuk berkontribusi secara langsung. Salah satunya adalah program Eco Deals dari Agoda yang bekerja sama dengan World Wide Fund for Nature.
Melalui program ini, wisatawan tidak hanya mendapatkan potongan harga untuk akomodasi, tetapi juga turut mendukung upaya konservasi satwa liar dan perlindungan habitat di berbagai destinasi Asia. Dengan total komitmen pendanaan hingga USD 1,5 juta, inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa traveling bisa menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar aktivitas konsumtif.
Traveling yang Lebih Bermakna Itu Mudah (dan Worth It)
Pada akhirnya, wisata berkelanjutan bukan tentang membuat perjalanan menjadi lebih rumit. Justru sebaliknya, pendekatan ini mendorong traveler untuk lebih sadar dalam mengambil keputusan, tanpa harus mengorbankan kenyamanan atau keseruan.
Karena perjalanan yang paling berkesan bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga tentang dampak positif yang ditinggalkan—baik untuk lingkungan, masyarakat, maupun diri sendiri.



