
Acer memperkenalkan Acer Vero 16, laptop premium terbaru yang menggabungkan performa berbasis AI, layar OLED 16 inci, serta pendekatan desain yang berfokus pada kemudahan perbaikan dan keberlanjutan.
Diperkenalkan pada 4 September 2026, Acer Vero 16 menjadi laptop consumer Vero generasi keempat. Acer membekalinya dengan prosesor Intel Core Ultra Series 3, fitur Copilot+ PC, serta sejumlah komponen berbahan daur ulang dan aluminium rendah karbon.
Yang menarik, Acer tidak hanya menempatkan aspek keberlanjutan pada material produk. Vero 16 juga dirancang agar komponen tertentu lebih mudah diakses, diganti, dan diperbaiki, sehingga masa penggunaan perangkat dapat diperpanjang.
Acer Vero 16 mengusung konsep 4R
Pendekatan keberlanjutan Acer Vero 16 dikembangkan dari konsep 3R — reduce, reuse, recycle menjadi 4R, dengan tambahan repairability atau kemudahan perbaikan.
Acer memperluas akses ke komponen internal melalui mekanisme yang tidak membutuhkan alat khusus. Penutup bagian bawah memiliki tool-free easy-open access latch, sementara baterai dan SSD dapat diganti sendiri oleh pengguna.
Acer juga memasang panduan visual langsung pada bodi laptop untuk membantu proses perbaikan dan upgrade. Engsel eksternal dapat dilepas dari sasis, begitu pula penutup port I/O di kedua sisi. Menurut Acer, desain ini ditujukan untuk menyederhanakan proses servis sekaligus membantu memperpanjang masa pakai perangkat.
Laptop ini juga dirancang mendukung upgrade prosesor setidaknya selama dua generasi.
Menggunakan aluminium daur ulang dan rendah karbon
Acer Vero 16 menggunakan material daur ulang pada sejumlah bagian utama.
Pada sasis, penutup atas, dan palm rest, Acer menggunakan kombinasi 50% aluminium daur ulang pascaindustri (PIR) dan 50% aluminium rendah karbon.
Sementara itu, penutup bawah menggunakan 60% plastik daur ulang pascakonsumen (PCR) dan bezel layar menggunakan 30% plastik PCR.
Untuk bagian side I/O covers, material yang digunakan terdiri dari 75% aluminium PIR. Detail komposisi material tersebut tercantum dalam tabel spesifikasi Acer.
Acer juga menggunakan powder coating bebas pelarut pada finishing sasis. Menurut Acer, pendekatan tersebut ditujukan untuk mengurangi emisi VOC sekaligus memberikan ketahanan yang lebih baik dibandingkan cat konvensional.
Kemasan produk juga dibuat dari material daur ulang dan 100% dapat didaur ulang, dengan catatan kemampuan pengumpulan dan daur ulang aktual tetap bergantung pada fasilitas serta program yang tersedia di masing-masing wilayah.
Tetap mengutamakan performa AI
Di balik pendekatan ramah lingkungan tersebut, Acer Vero 16 tetap membawa konfigurasi hardware yang ditujukan untuk kebutuhan komputasi modern.
Varian tertingginya menggunakan Intel Core Ultra X9 388H dengan kemampuan platform hingga 180 TOPS. Pilihan prosesor lainnya mencakup Intel Core Ultra X7 358H, Core Ultra 9 386H, Core Ultra 7 355, serta Core Ultra 5 325 dan 322.
Laptop ini menggunakan grafis Intel Arc B390 atau Intel Graphics, tergantung konfigurasi.
Memori yang tersedia mencapai 32 GB LPDDR5X, sementara penyimpanan menggunakan SSD PCIe Gen 4 hingga 512 GB.
Untuk mendukung penggunaan sepanjang hari, Vero 16 membawa baterai 71 Wh dengan dukungan teknologi fast charging.
Layar OLED 16 inci hingga 3K 120 Hz
Acer menyediakan beberapa pilihan panel OLED 16 inci.
Konfigurasi tertinggi menggunakan layar OLED WQXGA+ 2.880 × 1.800 piksel, refresh rate 120 Hz, cakupan warna 100% DCI-P3, serta tingkat kecerahan native 400 nits dan hingga 500 nits dengan sertifikasi True Black HDR 500.
Layar tersebut juga memiliki rasio aspek 16:10 dan screen-to-body ratio 90 persen.
Selain panel 3K, Acer menyediakan opsi OLED WUXGA 1.920 × 1.200 dengan refresh rate 60 Hz, termasuk varian layar sentuh.
Dengan demikian, konfigurasi layar Vero 16 dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pengguna, mulai dari produktivitas hingga konsumsi konten.
Fitur AI untuk kerja dan komunikasi
Sebagai Windows 11 Copilot+ PC dengan on-device AI, Vero 16 membawa sejumlah fitur AI dari Microsoft maupun Acer.
Fitur Copilot+ PC yang disebutkan Acer mencakup Click to Do, Cocreator, Live Captions dengan terjemahan, dan Windows Studio Effects. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu pekerjaan, pembuatan konten, komunikasi, dan aksesibilitas.
Acer juga menyertakan berbagai fitur AI buatannya sendiri.
Acer PurifiedView menggunakan AI untuk meningkatkan kualitas gambar kamera saat konferensi video, sedangkan Acer PurifiedVoice dengan AI Noise Reduction membantu mengurangi suara latar yang mengganggu.
Selain itu, Acer menyebut sejumlah fungsi lain seperti pemindaian QR code secara instan, pembuatan gambar dengan AI, pengaturan kecepatan pemutaran video, serta kemampuan memperbesar teks atau gambar berukuran kecil.
Pengaturan perangkat dapat diakses melalui AcerSense, termasuk mode performa, optimalisasi baterai dan penyimpanan, pemantauan sistem, serta sejumlah alat kolaborasi berbasis AI.
Kamera IR 5 MP dengan privacy shutter
Untuk kebutuhan konferensi video, Vero 16 menggunakan kamera IR 5 MP yang dilengkapi privacy shutter.
Kamera tersebut mendukung gambar beresolusi tinggi saat video call sekaligus memberikan lapisan privasi tambahan ketika kamera tidak digunakan.
Untuk audio, terdapat dua speaker dengan desain anti-vibration dan dukungan DTS Virtual:X.
Thunderbolt 4 dan Wi-Fi 7
Untuk konektivitas, Acer Vero 16 memiliki dua port Thunderbolt 4, satu USB 3.2 Gen 1 Type-A, satu USB 3.2 Gen 2 Type-A dengan fitur power-off charging, pembaca kartu SD, HDMI 2.1 dengan dukungan HDCP, serta jack audio 3,5 mm.
Konektivitas nirkabel menggunakan Intel Wi-Fi 7 R2 BE211 dan Bluetooth 5.6.
Dengan kombinasi tersebut, laptop ini diposisikan untuk pengguna yang membutuhkan konektivitas modern, baik saat bekerja di meja maupun ketika berpindah tempat.
Spesifikasi Acer Vero 16
| Spesifikasi | Acer Vero 16 |
|---|---|
| Model | V16-I71 / V16-I71T |
| OS | Windows 11 Home |
| Prosesor | Hingga Intel Core Ultra X9 388H |
| GPU | Intel Arc B390 / Intel Graphics |
| RAM | Hingga 32 GB LPDDR5X |
| Storage | Hingga 512 GB PCIe Gen 4 NVMe SSD |
| Layar | 16 inci OLED, hingga 2.880 × 1.800, 120 Hz |
| Color gamut | Hingga 100% DCI-P3 |
| Kamera | 5 MP IR + privacy shutter |
| Audio | Dual speaker, DTS Virtual:X |
| Konektivitas | Wi-Fi 7 R2, Bluetooth 5.6 |
| Port | 2× Thunderbolt 4, USB-A, HDMI 2.1, SD card reader |
| Baterai | 71 Wh, fast charging |
| Bobot | ±1,56 kg |
| Material | Aluminium PIR, aluminium rendah karbon, plastik PCR |
| Sertifikasi | MIL-STD-810H |
| Fitur | Copilot+ PC, AcerSense, PurifiedView, PurifiedVoice |
Spesifikasi dapat berbeda berdasarkan model dan kawasan.
Acer Vero 16 juga mengantongi EPEAT Silver
Acer mencantumkan EPEAT Silver sebagai salah satu fitur produk. Namun, status tersebut memiliki waktu pendaftaran yang perlu diperhatikan: berdasarkan catatan dalam siaran pers, mulai 1 Januari 2027 Acer Vero 16 akan terdaftar sebagai EPEAT Silver berdasarkan kriteria EPEAT 2.0, dengan peringkat yang dapat berbeda berdasarkan negara.
Artinya, klaim sertifikasi tersebut sebaiknya tidak dibaca sebagai status yang sudah berlaku secara global pada saat peluncuran.
Harga dan ketersediaan di Indonesia
Acer belum mencantumkan harga resmi maupun jadwal penjualan Acer Vero 16 di Indonesia dalam siaran pers ini.
Produk diperkenalkan dalam ajang Next@Acer di Berlin, Jerman, sementara Acer menyatakan bahwa spesifikasi, harga, dan ketersediaan dapat berbeda berdasarkan kawasan. Informasi untuk pasar Indonesia akan diberikan melalui kanal Acer Indonesia.
Dengan Vero 16, Acer membawa pendekatan yang cukup jelas: laptop tidak hanya dirancang berdasarkan performa dan spesifikasi, tetapi juga mempertimbangkan apa yang terjadi setelah perangkat digunakan dalam jangka panjang.
Penggunaan material daur ulang, aluminium rendah karbon, kemasan yang dapat didaur ulang, serta akses komponen yang lebih mudah diperbaiki menjadi bagian dari desain produk. Di sisi lain, prosesor Intel Core Ultra, kemampuan hingga 180 TOPS, layar OLED 3K 120 Hz, Wi-Fi 7, dan fitur Copilot+ PC membuatnya tetap berada di kelas laptop produktivitas modern.
Dengan kata lain, Acer Vero 16 mencoba mempertemukan tiga kebutuhan sekaligus: performa AI, umur pakai perangkat yang lebih panjang, dan pendekatan desain yang lebih mempertimbangkan dampak lingkungan.


