
Transformasi digital yang semakin cepat membuat kebutuhan akan keamanan siber dan perlindungan data menjadi semakin penting. Menjawab tantangan tersebut, TrendAI resmi menghadirkan pusat data lokal di Indonesia untuk mendukung layanan platform keamanan sibernya, TrendAI Vision One. Infrastruktur tersebut telah beroperasi sejak 1 Juli 2026 dan menjadi pusat data regional ke-12 TrendAI secara global.
Kehadiran pusat data ini bukan sekadar menambah kapasitas layanan di kawasan Asia Pasifik. Langkah tersebut juga memungkinkan data pelanggan Indonesia diproses dan disimpan sepenuhnya di dalam negeri sehingga membantu perusahaan memenuhi kebutuhan residensi data serta berbagai regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mengapa Pusat Data Lokal Menjadi Penting?
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia semakin menaruh perhatian pada keamanan data nasional. Implementasi penuh UU PDP dan meningkatnya tuntutan regulasi dari berbagai sektor membuat organisasi tidak hanya dituntut menjaga keamanan data, tetapi juga memastikan lokasi penyimpanan data sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut TrendAI, kebutuhan tersebut semakin terasa di sektor-sektor yang memiliki regulasi ketat, seperti perbankan, telekomunikasi, pemerintahan, hingga penyedia infrastruktur penting. Infrastruktur lokal yang baru diharapkan dapat membantu organisasi memenuhi kebutuhan tersebut tanpa harus mengorbankan akses terhadap teknologi keamanan berbasis AI maupun intelijen ancaman global.
BSSN Dorong Investasi Teknologi Berbasis Residensi Data
Pemerintah juga menilai keberadaan infrastruktur lokal memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan siber nasional.
Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas, mengatakan bahwa investasi teknologi yang memprioritaskan pemrosesan data di dalam negeri sejalan dengan strategi keamanan siber nasional.
Menurutnya, inisiatif seperti ini dapat membantu sektor publik maupun swasta mengadopsi teknologi modern secara lebih aman sekaligus menjaga integritas serta kerahasiaan data nasional.
Sejalan dengan Transformasi Trend Micro Menjadi TrendAI
Peluncuran pusat data lokal ini juga merupakan bagian dari transformasi global perusahaan.
Pada Maret 2026, unit bisnis enterprise Trend Micro resmi berganti identitas menjadi TrendAI. Rebranding tersebut mencerminkan fokus perusahaan terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai fondasi utama keamanan siber modern.
Melalui platform TrendAI Vision One, perusahaan mengintegrasikan berbagai fungsi keamanan, mulai dari pengelolaan risiko siber, operasi keamanan, hingga deteksi dan perburuan ancaman berbasis AI dalam satu platform terpadu.
Country Manager TrendAI Indonesia, Fetra Syahbana, mengatakan kehadiran pusat data lokal menjadi representasi dari identitas baru perusahaan yang berfokus pada AI sekaligus mendekatkan teknologi keamanan kelas dunia kepada pelanggan di Indonesia.
Menurutnya, perusahaan ingin membantu organisasi di Indonesia mengembangkan pemanfaatan AI secara aman, memenuhi kebutuhan residensi data, serta menjadikan kepatuhan terhadap regulasi sebagai keunggulan kompetitif.
Apa Keunggulan Infrastruktur Lokal TrendAI?
Salah satu perubahan terbesar adalah seluruh data akun pelanggan Indonesia beserta telemetri keamanan TrendAI Vision One kini diproses dan disimpan di dalam negeri.
Hal tersebut juga mencakup proses pencadangan (backup) maupun pemulihan bencana (disaster recovery), sehingga seluruh siklus pengelolaan data tetap berada di Indonesia. Pendekatan ini diharapkan dapat mempermudah proses kepatuhan terhadap regulasi sekaligus mengurangi hambatan akibat transfer data lintas negara.
Selain itu, pelanggan tetap memperoleh akses terhadap intelijen ancaman global yang dimiliki TrendAI sehingga keamanan tidak hanya mengandalkan sumber daya lokal.
Tetap Mendapatkan Kapabilitas AI Global
Walaupun data diproses secara lokal, pelanggan tetap memperoleh seluruh fitur TrendAI Vision One.
Platform tersebut menggabungkan kemampuan Cyber Risk Exposure Management (CREM), Security Operations, serta threat hunting berbasis AI untuk membantu organisasi mendeteksi ancaman lebih cepat.
TrendAI juga menyebutkan bahwa layanan lokal menghadirkan latensi yang lebih rendah sehingga proses analisis keamanan dapat berlangsung lebih responsif tanpa mengurangi kualitas perlindungan. Infrastruktur ini tetap didukung oleh jaringan lebih dari 450 peneliti keamanan global, Zero Day Initiative (ZDI), arsitektur zero trust, enkripsi menyeluruh, serta infrastruktur berstandar tinggi dengan ketersediaan layanan (high availability).
Dampaknya bagi Perusahaan di Indonesia
Bagi perusahaan Indonesia, terutama yang bergerak di sektor keuangan, pemerintahan, telekomunikasi, maupun infrastruktur kritis, kehadiran pusat data lokal dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain:
- Memenuhi kebutuhan residensi data sesuai regulasi Indonesia.
- Mendukung kepatuhan terhadap UU PDP dan ketentuan OJK.
- Mengurangi latensi karena data diproses di dalam negeri.
- Tetap memperoleh akses terhadap intelijen ancaman global.
- Memanfaatkan deteksi ancaman berbasis AI tanpa harus memindahkan data ke luar negeri.
FAQ
Apa itu TrendAI?
TrendAI merupakan identitas baru unit bisnis enterprise dari Trend Micro yang berfokus pada keamanan siber berbasis AI. Transformasi ini diumumkan secara global pada Maret 2026.
Apa fungsi pusat data lokal TrendAI di Indonesia?
Pusat data lokal digunakan untuk menyimpan dan memproses data pelanggan Indonesia sehingga membantu memenuhi kebutuhan residensi data dan kepatuhan terhadap regulasi nasional.
Apakah pelanggan tetap mendapatkan intelijen ancaman global?
Ya. Meskipun data disimpan di Indonesia, pelanggan tetap memperoleh akses terhadap intelijen ancaman global dan kemampuan AI dari ekosistem TrendAI Vision One.
Siapa yang paling diuntungkan dengan kehadiran pusat data ini?
Sektor yang memiliki regulasi ketat seperti perbankan, lembaga keuangan, pemerintahan, telekomunikasi, serta penyedia infrastruktur penting menjadi pihak yang paling diuntungkan karena dapat memenuhi kebutuhan kepatuhan sekaligus meningkatkan keamanan siber.
Apakah pelanggan lama harus melakukan migrasi?
Tidak. TrendAI menyatakan implementasi pusat data lokal merupakan kapabilitas baru dan pelanggan yang sudah menggunakan layanan sebelumnya tidak diwajibkan melakukan migrasi.


